Mudik Dilarang, MTI Saran Hentikan Semua Operasional Angkutan Umum

Kompas.com - 28/03/2021, 09:41 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah sempat memperbolehkan mudik tahun 2021, pemerintah mengubah pernyataannya dengan melarang warga yang ingin pulang kampung seperti tahun lalu.

“Larangan mudik akan dimulai pada tanggal 6 Mei sampai dengan 17 Mei 2021,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dalam konferensi virtual (26/3/2021).

Menurut Muhadjir, keputusan ini diambil untuk mencegah lonjakan kasus positif virus corona. Sesuai pernyataannya, larangan mudik akan berlaku jelang akhir bulan puasa hingga beberapa hari setelah Lebaran.

Baca juga: Berapa Konsumsi BBM Jeep Wrangler Rubicon Turbo Terbaru?

Kondisi terminal Bayuangga makin sepi sejak  pemerintah melarang mudik dan pemberlakuan PSBB di Surabaya. KOMPAS.com/A. Faisol Kondisi terminal Bayuangga makin sepi sejak pemerintah melarang mudik dan pemberlakuan PSBB di Surabaya.

Menanggapi hal ini, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno, mengatakan, pemerintah sebaiknya tidak memberikan pengecualian pada kebijakan pelarangan mudik.

Pasalnya, surat izin keluar masuk (SIKM) yang boleh dipakai pada tahun lalu malah jadi lahan subur pendapatan tidak resmi. Hal ini juga menyebabkan maraknya pungutan liar.

Djoko mengatakan, adanya pengecualian dalam kebijakan pelarangan mudik Lebaran telah menimbulkan banyak penafsiran dan penyimpangan.

Baca juga: Makna Mendalam di Balik Desain Helm Rossi pada MotoGP 2021

Petugas memeriksa kendaraan di gerbang tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). Petugas memutarbalikkan kendaraan menuju Jakarta yang tidak dilengkapi surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 sesuai Pergub DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020.ANTARA FOTO/FAUZAN Petugas memeriksa kendaraan di gerbang tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). Petugas memutarbalikkan kendaraan menuju Jakarta yang tidak dilengkapi surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 sesuai Pergub DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020.

“Jika pemerintah mau serius melarang, caranya mudah. Pada rentang tanggal yang sudah ditetapkan itu, semua operasional transportasi di bandara, terminal penumpang, stasiun kereta dan pelabuhan dihentikan,” ucap Djoko, dalam keterangan tertulis (27/3/2021).

“Tidak perlu ada pengecualian, sehingga hasilnya akan lebih terasa manfaatnya. Perlu dipertimbangkan menggunakan frasa melarang, namun nanti masih banyak pengecualian yang dilakukan,” kata akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata ini.

Seperti diketahui, pada 2020, pemerintah juga melarang mudik karena masih dalam situasi darurat pandemi Covid-19.

Baca juga: Tips Aman Mengemudikan Mobil Transmisi Matik di Jalan Menanjak

Polisi menghalau bus yang membawa pemudik di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar ke Gerbang tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4). Akses transportasi mobil pribadi dan bus angkutan penumpang dari tol Jakarta Cikampek menuju Karawang ditutup mulai Jumat (24/4) pukul 00.00 WIB. Antara/Fakhri Hermansyah Polisi menghalau bus yang membawa pemudik di tol Jakarta-Cikampek untuk keluar ke Gerbang tol Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4). Akses transportasi mobil pribadi dan bus angkutan penumpang dari tol Jakarta Cikampek menuju Karawang ditutup mulai Jumat (24/4) pukul 00.00 WIB.

Meski angkutan umum dilarang, masyarakat banyak memanfaatkan transportasi dengan pelat hitam. Kendaraan truk juga diakali agar bisa mengangkut orang.

“Bercermin pada libur panjang sebelumnya dan libur lebaran tahun lalu, sepertinya ini akan mengulang kesalahan masa lalu,” ujar Djoko.

“Jika tidak dilakukan evaluasi menyeluruh. Polri yang memiliki wewenang di jalan raya tidak mampu melarang sepenuhnya mobilitas kendaraan. Masyarakat punya cara mengakali dengan berbagai macam,” tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.