Sensasi Naik Mobil Listrik Hyundai di Sirkuit Sentul

Kompas.com - 22/03/2021, 10:02 WIB
Hyundai Track Day 2021 DOK. HMIDHyundai Track Day 2021

BOGOR, KOMPAS.com – PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) baru saja melaksanakan Hyundai Track Day 2021 di Sentul International Circuit, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/3/2021) sampai Minggu (21/3/2021).

Hyundai Track Day 2021 ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat battery electric vehicle (BEV) alias mobil listrik, mulai dari performa, purnajual, dan apa saja yang didapat pelanggan ketika memiliki mobil listrik.

Pada kesempatan ini, Kompas.com mencoba performa dua mobil listrik andalan Hyundai, Ioniq dan Kona Electric, di Sirkuit Sentul. Dalam track day ini, kegiatan yang dilakukan bukan hanya sekadar mengitari sirkuit, melainkan menghadapi beberapa tantangan, mulai dari akselerasi, pengereman, hingga handling.

Baca juga: Ngeri, Gudang yang Isinya Puluhan Supercar Ludes Terbakar

Suasana kabin saat Hyundai Track Day 2021KOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Suasana kabin saat Hyundai Track Day 2021

Pada putaran pertama, Kompas.com mengemudikan Hyundai Ioniq. Dibekali motor listrik bertenaga 136 TK dan torsi 295 Nm, Ioniq dibejek penuh selama di sirkuit.

Ketika masuk tikungan pertama, terasa bodi sedan listrik ini tidak begitu limbung. Hyundai beralasan karena titik penempatan baterai listrik yang rendah, sehingga bisa belok dengan lebih stabil meski dalam kecepatan tinggi.

Kemudian beralih di trek lurus, sambil berusaha menjaga jarak dengan mobil lainnya yang ada di depan. Ketika menginjak gas penuh, heningnya motor listrik membuat suara kerikil yang menyentuh permukaan ban, terdengar jelas sampai ke kabin.

Baca juga: Daftar Lelang Mobil Dinas Ada Civic dan Altis, Modal Rp 15 Jutaan

Menuju tikungan ketiga, tidak terasa kecepatan sudah mencapai 110 kpj. Ketika di tikungan ketiga dan keempat, sengaja dibuat lebih tajam untuk melihat reaksi mobil terhadap belokan patah, gejala understeer pun tidak begitu terasa.

Setelah melewati berbagai tikungan dan sampai pada lintasan lurus tempat start, di sinilah akselerasi mobil listrik terasa maksimal. Dari posisi berhenti, langsung tancap gas sepanjang lebih kurang 100 meter.

Berstatus mobil listrik dengan karakter torsi yang instan, ketika tancap gas dari posisi berhenti, akselerasinya masih terbilang halus. Mungkin mobil ini pas bagi yang mau beralih dari mesin konvensional ke mobil listrik karena sensasi menjambak tidak terlalu mengagetkan.

Suasana kabin saat Hyundai Track Day 2021KOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Suasana kabin saat Hyundai Track Day 2021

Hyundai Kona

Beralih ke sesi kedua, giliran mencoba Kona Electric. Memiliki bodi yang lebih tinggi daripada Ioniq, kesan limbung lebih terasa ketika belok di tikungan, terutama tikungan keempat serta S kecil Sirkuit Sentul.

Gejala limbung memang tidak terlalu parah, tetapi terasa mobil agak understeer ketika di S kecil. Namun, untuk kekedapan kabin, bisa dibilang Kona Electric ini lebih hening dibanding Ioniq saat melibas aspal sirkuit yang penuh kerikil.

Baca juga: Mobil Jadi Incaran, Ini Jenis Pelanggaran yang Kena Tilang Elektronik di Solo

Bicara performa Kona Electric, memang memiliki tenaga yang sama, 136 TK, tetapi torsinya 100 Nm lebih besar dibanding Ioniq yakni menjadi 395 Nm. Torsi yang sangat besar untuk SUV dengan bodi compact.

Berada di lurusan menuju tikungan ketiga, dengan torsi yang besar, rasanya mudah sekali sampai kecepatan 120 kpj. Belum lagi ketika tes akselerasi di lurusan utama, torsi terasa lebih melimpah dengan gejala wheel spin saat injak gas sampai dalam dari posisi berhenti. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X