Bagaimana Perawatan Bus Pariwisata Selama Masa Pandemi?

Kompas.com - 11/03/2021, 11:03 WIB
Kecelakaan bus yang terjun ke jurang di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021). KOMPAS.com/AAM AMINULLAHKecelakaan bus yang terjun ke jurang di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (11/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini terjadi kecelakaan bus pariwisata yang mengangkut 66 orang, terperosok ke jurang Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat Rabu (10/3/2021).

Dalam kecelakaan ini, dilaporkan ada 27 korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Tanjakan Cae di Sumedang memang dikenal ekstrem, sebelumnya di tahun 2012 pun pernah kejadian bus yang juga terperosok ke jurang.

Mimin Mintarsih (52) salah satu korban selamat menceritakan detik-detik sebelum bus masuk jurang. Di tengah perjalanan, penumpang mencium bau sangi kampas rem. Lalu salah satu penumpang meminta sopir untuk memeriksanya.

Baca juga: Dampak Pandemi, Banyak Bus Baru yang Tak Ditebus dari Karoseri

Bus peziarah asal Subang terbalik 180 derajat di Jalan Raya Sumedang-Malangbong, tepatnya di Tanjakan Cae, Wado, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021) malam. KOMPAS.com/AAM AMINULLAH Bus peziarah asal Subang terbalik 180 derajat di Jalan Raya Sumedang-Malangbong, tepatnya di Tanjakan Cae, Wado, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021) malam.

Sebelum bus terperosok ke jurang, sopir bus menyebut jika remnya blong. Oleh karena itu, bus jadi tidak terkendali dan terperosok ke jurang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu bagaimana sebenarnya soal perawatan bus pariwisata? apalagi di masa pandemi Covid-19, PO bus pariwisata sempat mati karena tidak ada yang memesan armadanya.

Anthony Steven Hambali, pemilik dari PO Sumber Alam mengatakan, kalau perawatan baik pariwisata maupun yang reguler pasti dilakukan dengan rutin, salah satunya pengecekan rem.

Baca juga: Video Viral Biaya Servis Mercy G-Class Tembus Rp 90 Jutaan, Ganti Kampas Rem Saja Rp 18 Juta

"Pertama, uji KIR kan pasti dilakukan setiap enam bulan jadi sudah pasti dicek. Lalu sebelum berangkat, kita harus mengecek semua fungsi-fungsi kelaikan jalan seperti rem, lampu-lampu, kaki-kaki, kopling dan lainnya pasti kita cek," ucap Anthony kepada Kompas.com, Kamis (11/3/2021).

Kemudian kalau soal bus pariwisata yang diam lama di garasi, seharusnya perawatannya tetap sama seperti bus yang jalan harian. Ketika bus ingin disewa, sebelum hari penyewaan harus dicek semuanya aman.

"Paling enggak sopirnya sebelum hari keberangkatan mengecek semua fungsinya misal di rem berhenti. Saat jalan ke lokasi penjemputan juga sopir bisa merasakan apa yang kurang dari busnya," kata Anthony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.