Dampak Pandemi, Banyak Bus Baru yang Tak Ditebus dari Karoseri

Kompas.com - 10/03/2021, 18:01 WIB
Bus AKAP baru PO MPM FACEBOOK.com/MON VIRCANSABus AKAP baru PO MPM

JAKARTA, KOMPAS.comPandemi Covid-19 di Indonesia sudah melanda lebih dari satu tahun. Banyak sektor yang terkena imbas dari pandemi ini. Salah satu sektor yang terdampak cukup parah adalah transportasi darat, terutama bus.

Jumlah penumpang bus terus berkurang, mulai dari adanya pembatasan penumpang sampai sempat dilarang beroperasi. Efeknya, pendapatan PO bus pun berkurang dan membatalkan pengadaan unit baru.

Sebenarnya pada awal tahun 2020, beberapa PO bus sudah membuat unit baru di karoseri. Unit baru ini tentunya untuk meramaikan mudik Idul Fitri, namun ketika pandemi melanda, bus-bus baru yang ada di karoseri pun batal diambil.

Baca juga: Harga Toyota Rush di Jawa Tengah Setelah Dapat Relaksasi Pajak

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KAROSERI LAKSANA (@laksanabus)

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Export Manager karoseri Laksana Werry Yulianto mengatakan, sampai saat ini, masih ada bus baru yang sudah selesai dibuat namun belum diambil oleh pemiliknya.

“Karena PO bus di Indonesia banyak yang buat bus di Laksana, masih lumayan banyak bus baru di karoseri yang belum diambil sampai saat ini,” ucap Werry kepada Kompas.com, Rabu (10/3/2021).

Bahkan, beberapa PO bus memilih untuk menjual unitnya yang baru selesai dibuat di karoseri. Misalnya seperti PO MIT di serang yang menjual belasan unit busnya ke berbagai PO bus, seperti Adhi Putra, Bagong, MPM, bahkan Haryanto.

Baca juga: Harga Yamaha M3 Jeblok di Bursa Motor Bekas

“Dijualnya bus baru ini melalui pembicaraan antara PO, karoseri dan ATPM. ATPM dilibatkan karena ada juga yang belum melunasi sasisnya,” kata Werry.

Soal harganya, Werry mengatakan tentu akan jatuh karena hitungannya bus bekas. Salah satu penjual bus bekas, Handoko mengatakan, bus baru PO MIT dari karoseri dijual sekitar Rp 1,1 miliar sampai Rp 1,2 miliar.

Padahal untuk sasis busnya sendiri, bus besar mesin belakang, dijual sekitar Rp 700 jutaan. Kemudian untuk biaya pembuatan bodinya saja di karoseri sekitar Rp 400 juta sampai Rp 500 juta, belum termasuk AC dan kursi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.