100 Unit Bus Listrik Transjakarta Bisa Beroperasi Tahun Ini

Kompas.com - 10/03/2021, 15:01 WIB
Bus listrik Higer DOK. PT HIGER MAJU INDONESIABus listrik Higer
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan sebanyak 10.400 unit bus yang dioperasikan di wilayah Ibu Kota merupakan bus listrik pada 2030.

Langkah tersebut menjadi komitmen perseroan dalam mendukung upaya penanganan polusi udara dan emisi di DKI Jakarta melalui kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Hanya saja, perubahan kendaraan ini akan dilakukan secara bertahap seiring sosialisasi kepada masyarakat atau pengguna atas kelebihan menggunakan kendaraan serupa sebagai transportasi jalan.

Baca juga: Tak Cuma Tangkap Pelanggar Lalu Lintas, Ini Fungsi Lain Kamera ETLE

Prototipe bus listrik MAB di PT Karoseri Anak Bangsa, Demak, Jawa Tengah Prototipe bus listrik MAB di PT Karoseri Anak Bangsa, Demak, Jawa Tengah

Dijelaskan Direktur Utama PT Transjakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo, waktu 10 tahun untuk perubahan kendaraan dijadikan acuan karena DKI Jakartat ada aturan yang mengatur usia maksimum kendaraan yang beroperasi.

"Jadi, setiap operator yang bergabung dengan manajemen Transjakarta mulai 2029 berhenti membeli bus berbahan bakar solar. Kami lakukan tahapan ini mulai 2021," katanya, Selasa (9/3/2021).

Sebagai langkah awal, tahun ini Transjakarta akan mengoperasikan 100 unit bus listrik. Sebanyak 30 unit di antaranya dijadwalkan beroperasi tepat saat ulang tahun Jakarta pada Juni 2021 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo berharap, dengan mengoperasikan angkutan umum yang ramah lingkungan, pengguna kendaraan umum bisa meningkat.

Baca juga: Waspada Para Pengusaha, Ini Tiga Faktor yang Membuat Bus Terbakar

Karyawan mengendarai bus listrik saat uji coba di Kantor Pusat PT Transjakarta, Cawang, Jakarta, Senin (6/7/2020). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan uji coba dua bus listrik EV1 dan EV2 rute Balai Kota - Blok M dengan mengangkut penumpang.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Karyawan mengendarai bus listrik saat uji coba di Kantor Pusat PT Transjakarta, Cawang, Jakarta, Senin (6/7/2020). PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan uji coba dua bus listrik EV1 dan EV2 rute Balai Kota - Blok M dengan mengangkut penumpang.

"Tentu saja itu akan mengurangi kemacetan dan emisi kendaraan bermotor," ujar dia.

Adapun mengenai tarif yang dikenakan, Pemprov DKI Jakarta berencana memberlakukan tarif sama dengan Transjakarta pada umumnya, yakni Rp 3.500.

Tetapi, untuk lebih jauh mengenai biaya yang harus dibayarkan masih dalam tahapan penghitungan. Sebab, tarif bus listrik bergantung dengan jarak tempuh kendaraan.

"Jika polanya digunakan di kordidor TransJakarta, tarifnya akan sama. Tapi kalau perhitungan rupiah per kilometer yang akan dibayarkan oleh TransJakarta ke operator bus litrik, harus ada perhitungan lebih lanjut dan cermat oleh pihak terkait," jelas Syafrin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X