Wacana Memperketat Proses Pembuatan SIM Pengemudi Bus dan Truk

Kompas.com - 05/03/2021, 09:22 WIB
Tangkapan layar video viral yang menampilkan kejadian kecelakaan lalu lintas melibatkan bus dan sepeda motor di Sukoharjo, Jawa Tenga, Jumat (19/2/2021). FACEBOOKTangkapan layar video viral yang menampilkan kejadian kecelakaan lalu lintas melibatkan bus dan sepeda motor di Sukoharjo, Jawa Tenga, Jumat (19/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.comKecelakaan yang melibatkan kendaraan besar seperti truk dan bus memang kerap terjadi di jalanan. Misalnya seperti kecelakaan bus yang menerobos lampu lalu lintas dan menabrak pagar Kantor Pemkab Sukoharjo belum lama ini.

Kecelakaan tadi, salah satu yang menjadi penyebabnya yaitu dari sisi pengemudi. Mereka tentu saja sudah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), namun mengapa masih saja ada kecelakaan yang terjadi akibat lalai pada aturan lalu lintas?

Menanggapi soal kompetensi pengemudi, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, kalau jumlah kecelakaannya semakin banyak, bahkan sampai fatal, Polisi harus melakukan perubahan untuk menekan angka kecelakaan.

Baca juga: Honda Jazz Stop Produksi, Intip Harganya di Pasar Mobil Bekas

Bangkai truk yang menimpa pengendara motor saat dievakuasi dari dalam kali, Senin (8/2/2021). (SURYA.CO.ID/HANIF MANSHURI) Bangkai truk yang menimpa pengendara motor saat dievakuasi dari dalam kali, Senin (8/2/2021).

“Caranya, lakukan pengetatan atau dibuat sistem agar pengemudi benar-benar menjadi kompeten, tidak hanya dari sisi operasional, tetapi juga perilaku di jalan,” ucap Sony kepada Kompas.com, Kamis (4/3/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sony mengatakan, diperketat ini bukan dipersulit, tapi menambah materinya. Bisa juga dengan melakukan perpanjangan SIM setiap dua tahun sekali tergantung dari jumlah kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan.

Baca juga: GP Rooms, Kamar Hotel Pebalap MotoGP di Sirkuit

“Para pengemudi ini rata-rata nekat dalam mengemudi, seperti kebut-kebutan, ugal-ugalan, bahkan sampai berjibaku dengan kendaraan besar lainnya. Bisa dilihat kalau pegemudi ini tidak paham risiko bahaya, fungsi, dan tanggung jawab,“ kata Sony.

Mudahnya para pengemudi ini memperoleh SIM, ditambah minimnya penindakan dari kepolisian akan berdampak pada berkurangnya empati mereka terhadap sesama pengguna jalan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.