Polres Pasuruan Larang Klub Motor Kawal Ambulans, Simak Aturannya

Kompas.com - 25/02/2021, 08:02 WIB
Ilustrasi pengawal ambulans resmi di luar negeri. LOIC VENANCEIlustrasi pengawal ambulans resmi di luar negeri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Satlantas Polres Pasuruan mengaku kecewa dengan maraknya komunitas motor yang melakukan pengawalan terhadap mobil ambulans, karena tak memiliki standar operasional prosedur (SOP).

Bahkan pada kasus tertentu, prilaku tersebut bisa membahayakan para pengguna jalan dan pengendara lain, termasuk dirinya sendiri. Alasan ini membuat aktivitas pengawalan serupa dilarang.

"Apapun bentuk pengawalan merupakan kewenangan Polri. Ambulans yang membawa pasien Covid-19 pun kewenangan Polri dalam lakukan pengawalan, bukan klub motor atau sukarelawan," kata Kanit Turjawali Polres Pasuruan Ipda Yusuf dalam keterangannya, Rabu (24/2/2021).

Baca juga: Selama Pandemi Penjualan Bus Bekas Mengalami Peningkatan

Puluhan ambulans sedang melakukan evakuasi ratusan santri positif corona klaster pesantren ke tempat isolasi darurat Hotel Crown, Kota Tasikmalaya.KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Puluhan ambulans sedang melakukan evakuasi ratusan santri positif corona klaster pesantren ke tempat isolasi darurat Hotel Crown, Kota Tasikmalaya.

Lagipula, lanjut dia, pengawalan sudah tertuang dalam Pasal 135 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 yang mengatur tentang lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ).

Ada tiga ayat dalam pasal tersebut, yakni untuk kendaraan yang mendapat hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 harus dikawal oleh petugas Kepolisian Republik Indonesia dan menggunakan isyarat lampu merah atau biru dengan bunyi sirine.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua, petugas kepolisian Republik Indonesia melakukan pengamanan jika mengetahui adanya pengguna jalan sebagaimana dimaksud pada ayat 1.

Serta ketiga, alat pemberi isyarat lalu lintas dan rambu lalu lintas tidak berlaku bagi kendaraan yang mendapatkan hak utama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134.

“Adanya sukarelawan memang baik, namun harus melihat-lihat kondisi yang ada seperti apa dan bagaimana. Legalitasnya juga seperti apa kalau memang klub motor pengawal ambulans tersebut dibentuk,” ucap Yusuf.

Baca juga: Nissan Terra Tutup Usia di Indonesia

Tenaga medis tampak menangis tersedu-sedu sembari memberi hormat saat ambulans melintasi depan kantor Dinkes, Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (26/10/2020).KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Tenaga medis tampak menangis tersedu-sedu sembari memberi hormat saat ambulans melintasi depan kantor Dinkes, Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (26/10/2020).

Ironisnya, di wilayah Pasuruan sering petugas kepolisian tidak pernah mendapat informasi pengawalan ambulans. Malah, klub relawan itu yang selalu update.

“Padahal kami pernah bilang kepada petugas ambulans di RSUD Bangil, jika ada pasien urgent atau membawa pasien bahkan jenazah covid-19, mohon untuk segera memberi tahu dan meminta tolong dalam hal pengawalan," ucap dia.

"Nyatanya sampai sekarang tidak ada laporan sama sekali,” kata Yusuf.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X