Lebih Baik Belajar Nyetir Pakai Mobil Sendiri atau di Tempat Kursus?

Kompas.com - 23/02/2021, 18:12 WIB
Salah satu warga Sumurgeneng, Tuban, membeli mobil baru untuk usaha rental mobil. KOMPAS.com/HAMIMSalah satu warga Sumurgeneng, Tuban, membeli mobil baru untuk usaha rental mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Desa Sumurgeneng yang mendapatkan uang miliaran rupiah setelah menjual tanahnya ke Pertamina, berbondong-bondong membeli mobil baru.

Kejadian belanja mobil massal ini pun viral beberapa waktu lalu. Namun belum lama ini, setelah seminggu punya mobil baru, belasan unit mengalami kerusakan karena kecelakan.

Diketahui beberapa pemilik mobil baru di sana belum bisa mengemudikan mobilnya. Jadi setelah membeli mobil, baru mereka diajarkan bagaimana caranya mengemudi, sehingga wajar saja jika mobil banyak yang mengalami kerusakan.

Baca juga: Motorhome Mewah Basis Medium Bus buatan BAV

Toyota Kijang Innova milik salah satu warga Desa Sumurgeneng, Kabupaten Tuban, yang rusak karena tabrakan. Pemiliknya diduga belum mahir menyetir motir.
Tribun Jatim/Auto2000 Toyota Kijang Innova milik salah satu warga Desa Sumurgeneng, Kabupaten Tuban, yang rusak karena tabrakan. Pemiliknya diduga belum mahir menyetir motir.

Lalu bagaimana jika sudah memiliki uang miliaran rupiah, apa beli mobil dahulu atau belajar mengemudi sampai lancar, baru membeli mobil?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, jika mau membeli mobil dahulu tidak menjadi masalah walau belum bisa mengemudikannya.

"Beli dulu enggak masalah, karena lebih baik belajar dengan mobil pribadi yang akan digunakan nantinya," ucap Sony kepada Kompas.com, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Bagnaia Ajari Luca Marini Cara Ngerem Ducati

Mengingat ketika belajar mengemudi di tempat kursus, kadang mobil yang digunakan tidak sama dengan yang ada di rumah. Sehingga ketika mengemudikan mobil sendiri, masih harus menyesuaikan kembali.

"Paling penting, ketika belajar dengan mobil sendiri yakni harus ada pendampingan. Karena sebagai pemilik mobil, harus paham bahayanya juga," kata Sony.

Pendampingan orang yang ahli bisa mencegah pengemudi belum berpengalaman menjadi orang yang agresif di jalanan. Karena ketika didampingi orang yang ahli, akan diberikan pemahaman soal keselamatan di jalan, bukan sekadar bisa saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.