Lebih Tertarik ke India, Bagaimana Kesepakatan Tesla dengan Indonesia?

Kompas.com - 18/02/2021, 17:01 WIB
Ilustrasi Pabrik Tesla di AS reuters.comIlustrasi Pabrik Tesla di AS
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tesla Inc, dikabarkan tengah menjajaki peluang kerja sama dengan pemerintahan India untuk membangun pabrik mobil listrik di wilayah bagian Selatan-nya.

Bahkan, pihak perseroan asal Amerika Selatan (AS) tersebut sudah menandatangani kesepakatan bersama belum lama ini. Tetapi ada informasi lanjutannya.

Kabar ini lantas memunculkan tanya bagaimana nasib negosiasi Tesla dengan pemerintah Indonesia? Sebab, sebelumnya merkeka memiliki keinginan serupa dan mengirim proposal investasi.

Baca juga: Pemerintah Indonesia Siap Tangkap Proposal dari Tesla

Mesin otomatis di dalam pabrik Gigafactory Tesla di Nevada, AS.Tech Vision/ Youtube Mesin otomatis di dalam pabrik Gigafactory Tesla di Nevada, AS.

Menanggapinya, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hari Setio memastikan negosiasi dengan Tesla tetap berjalan.

Namun ia enggan membeberkan perkembangannya, termasuk mengenai ketertarikan Tesla membangun energy storage system (ESS) di Indonesia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Maaf saya ada Non-Disclosure Agreement (NDA). Tidak bisa disclose apa-apa," kata Seto kepada Kompas.com, Kamis (18/2/2021).

Sebelumnya, ia menyatakan bahwa dalam proposal dari Tesla Inc yang diterima Pemerintah RI pada 4 Februari 2021, mereka berkeinginan untuk membangun ESS.

Tapi, Pemerintah tidak akan tertarik bila dalam negosisasi yang tertulis di proposal tersebut Tesla hanya menginginkan sumber bahan baku. Sebab, tidak ada pertambahan nilai bagi Tanah Air.

Baca juga: Konsumen Mulai Tunda Pembelian Mobil Baru

Pabrik Tesla.Tech Vision/ Youtube Pabrik Tesla.

Pemerintah lebih tertarik bekerja sama dengan Tesla karena lithium baterai yang digunakan perusahaan tersebut untuk kendaraan listrik mempunyai tingkatan terbaik di dunia.

"Kalau mereka hanya mengambil bahan bakunya, kita enggak tertarik. Jadi, kira-kira mungkin itulah. Jadi kalau mereka hanya mengambil bahan bakunya sih kita enggak aktraktif. Detailnya yang lain, kita belum bisa disclose," ujar Seto.

Guna menyamakan tujuan, Pemerintah RI akan melakukan negosiasi lanjutan pada pekan depan dengan melibatkan dua perusahaan BUMN, yaitu Antam dan PT Inalum.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.