Tak Hanya Untung, Beli Mobil dengan Insentif Juga Ada Ruginya

Kompas.com - 15/02/2021, 11:41 WIB
Sales promotion girl berpose saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/4/2017). Ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 7 Mei mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOSales promotion girl berpose saat ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (28/4/2017). Ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 7 Mei mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya penghapusan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru, menjadi isu menarik. Terutama bagi masyarakat yang sedang berniat membeli mobil.

Pasalnya, dengan penghapusan PPnBM, banderol mobil baru yang sesuai dengan kriteria pemberian insentif akan lebih murah. 

Namun demikian, perlu dicatat bila ada kerugian jangka panjang yang wajib diperhitungkan ketika membeli mobil baru kala insentif pajak berlaku di Maret 2021 mendatang.

Halomoan Fischer, Presiden Direktur Mobil88 mengatakan, pemberian insentif pajak untuk mobil baru sebenarnya seperti dua sisi mata uang koin. Satu menguntungkan, sisi lainnya bisa merugikan.

Baca juga: Kemenkeu Setuju, Ini Alasan Mobil di Bawah 1.500 cc Dapat Diskon Pajak

Suzuki Ertiga di GIIAS 2019 Suzuki Ertiga di GIIAS 2019

"Nah ini juga yang harus dicermati. Jadi seperti tahun lalu saya cerita, ketika beli mobil dengan insentif atau ada relaksasi, kemudian suatu waktu mobil tersebut akan dijual kembali, pasti akan ditawar sangat murah, bahkan bisa jatuh," ucap Fischer kepada Kompas.com, Sabtu (13/2/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Fischer, pedagang mobil bekas biasanya memiliki database dan akan melakukan pengecekan, sebelum membeli mobil milik konsumen untuk kembali dipasarkan.

Ketika ada kesamaan antara waktu konsumen membeli unit dengan momen stimulus pajak dari pemerintah, otomatis penawaran yang diberikan pedagang bakal berbeda.

"Sangat mungkin sekali harganya akan lebih murah dari mobil yang dibeli pada tahun sebelumnya (tanpa insentif). Penurunan bervariasi, tapi garis besarnya dari kondisi serta ditambah persentase pemberian relaksasinya," kata Fischer.

Ilustrasi mobil bekas di Suzuki Auto Value.DOK. SUZUKI Ilustrasi mobil bekas di Suzuki Auto Value.

Baca juga: Benarkah Insentif PPnBM Bikin Harga Mobil Bekas Terjun Bebas?

Sebelumnya, pengamat otomotif Bebin Djuana, juga sudah pernah menginformasikan soal metode para pebinsis mobil bekas.

Bahkan Bebin mengatakan rata-rata penjualan mobil bekas memiliki catatan khusus soal kondisi pasar yang digunakan untuk menawar ketika akan membeli mobil konsumen.

Mitsubishi Xpander Black Edition.(Dok. MMKSI) Mitsubishi Xpander Black Edition.

"Pemain mobil bekas itu memang punya track record sendiri, jadi jangan heran saat nanti dijual lagi, meski baru pakai dua atau tiga tahun, tapi harganya langsung turun, bahkan bisa lebih rendah dari mobil yang usianya empat tahun pemakaian," ucap Bebin.

Sekadar informasi, pemerintah memberikan insentif pajak PPnBM secara bertahap selama sembilan bulan yang dibagi per tiga bulan. Pertama insentif PPnBM sebesar 100 persen, lalu menjadi 50 persen, dan tahap terakhir sebesar 25 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.