Insentif Pajak Bikin Harga Mobil Bekas Tahun Muda Terdepresiasi

Kompas.com - 15/02/2021, 10:31 WIB
Ilustrasi menjual mobil bekas (Dok. Shutterstock) Ilustrasi menjual mobil bekas (Dok. Shutterstock)

JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya insentif pajak bagi mobil baru yang berlaku mulai Maret 2021, tak sekadar memberikan dampak bagi bisnis mobil bekas, tapi juga berimbas untuk masyarakat yang berniat menjual mobilnya, terutama tahun muda.

Menurut Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer, kebijakan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) setidaknya akan memangkas 10 persen harga dari mobil baru.

Secara otomatis, penurunan tersebut juga akan diterapkan pada mobil bekas untuk model yang sama, baik yang sedang dijual di showroom atau yang akan dibeli pedagang dari tangan konsumen.

Baca juga: Benarkah Insentif PPnBM Bikin Harga Mobil Bekas Terjun Bebas?

"Efeknya domino, jangan dilihat dari satu sisi mobil bekas di showroom yang turun harga saja, tapi saat pedagang mau angkat (beli) mobil konsumen, pasti akan ditawar dengan harga yang lebih murah juga," ucap Fischer kepada Kompas.com, Sabtu (13/2/2021).

Ilustrasi mobil bekas di Suzuki Auto Value.DOK. SUZUKI Ilustrasi mobil bekas di Suzuki Auto Value.

"Ini berlaku untuk model yang sama ya, contoh Avanza yang meluncur 2019, itu kan modelnya masih sama dengan yang dipasarkan (barunya) saat ini. Jadi kalau konsumen jual Avanza 2019 atau 2020, tahun mudah, pasti harganya akan lebih turun lagi," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut Fischer menjelaskan, untuk depresiasi harga mobil bekas yang akan dibeli pedagang dari tangan konsumen, tentu akan lebih signifikan turunnya.

Hal tersebut lantaran adanya hitungan pasaran bekasnya, kondisi, lalu ditambah lagi dengan nilai jual harga barunya yang terpangkas akibat adanya insentif pajak tersebut.

Ilustrasi membeli mobilistimewa Ilustrasi membeli mobil

"Jadi kalau mau jual mobil tahun muda yang model barunya masih sama saat ada pemberian insentif, lebih baik ditahan dulu, karena harganya akan droop sekali, ditunda saja dulu, kalau tidak mendesak," ucap Fischer.

Baca juga: Kisaran Harga SUV Murah Setelah Dapat Insentif PPnBM Nol Persen

Tidak hanya Fischer, Ridwan, pemilik showroom mobil bekas di kawasan Klender, Jakarta Timur, juga mengutarakan hal yang serupa mengenai kondisi harga beli pedagang dari konsumen yang menjual mobil bekas.

Menurut Ridwan, pedagang memiliki hitungan berbeda ketika ada relaksasi mobil baru. Kondisi tersebut lantaran harga beli pedagang dari tangan konsumen tak hanya berpatokan pada pasaran sekennya saja.

Mobil bekas di WTC Mangga DuaKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Mobil bekas di WTC Mangga Dua

"Memang kalkulasinya akan seperti itu, bukan pedagang saja yang rugi, konsumen yang mau jual mobilnya pasti akan rugi karena bakal ditawar sangat rendah," ujar Ridwan.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.