Banyak Peminat, PT Esemka Malah Stop Produksi

Kompas.com - 12/02/2021, 11:01 WIB
Pabrik Esemka milik PT Solo Manufaktur Kreasi di Boyolali, Jawa Tengah StanlyPabrik Esemka milik PT Solo Manufaktur Kreasi di Boyolali, Jawa Tengah
Penulis Ari Purnomo
|

BOYOLALI, KOMPAS.com - Peminat mobil Esemka semakin tinggi seiring dengan banyaknya instansi pemerintah yang memilih mobil buatan anak negeri tersebut sebagai kendaraan operasional.

Salah satunya adalah Desa Kebonan, Karanggede, Boyolali yang menjadikan mobil tipe Bima 1.3 sebagai kendaraan operasional Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Akan tetapi, bagi yang juga ingin memboyong mobil buatan pabrik PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) sepertinya harus bersabar dulu.

Pasalnya, selama pandemi Covid-19 ini pabrik yang berlokasi di Dusun II, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) ini sudah tidak lagi memproduksi unit baru.

Baca juga: Mobil Esemka Jadi Kendaraan Operasional BUMDes di Boyolali

Humas PT Esemka Sabar Budi menjelaskan, selama pandemi ini sudah tidak ada lagi aktivitas perakitan untuk unit baru.

Intip dalaman pabrik Esemka di Boyolali Intip dalaman pabrik Esemka di Boyolali

“Karena kondisi pandemi ini kami tidak bisa maksimal dan menghentikan sementara produksi,” kata Sabar kepada Kompas.com, Kamis (11/2/2021).

Sabar melanjutkan, untuk karyawan yang masih bekerja di pabrik setiap harinya tidak untuk melakukan produksi unit baru, melainkan hanya melakukan perawatan alat produksi saja.

“Sejak pandemi sudah tidak ada lagi aktivitas produksi, aktifitas yang ada di pabrik hanya sebatas perawatan alat produksi dengan durasi 2-3 jam saja,” tuturnya.

Baca juga: Minat Pikap Esemka Bima, Cek Harganya Saat Ini

Selama pandemi ini jumlah karyawan yang bekerja setiap atau masuk ke pabrik harinya juga sangat dibatasi yakni hanya sekitar 30 personel saja.

Intip dalaman pabrik Esemka di Boyolali Intip dalaman pabrik Esemka di Boyolali

Jumlah ini terbilang sangat sedikit mengingat sebelum adanya pandemi Covid-19 jumlah karyawan yang di bagian perakitan kendaraan bisa mencapai 200 orang setiap harinya.

“Kalau sebelum pandemi Covid-19 jumlah karyawan yang bekerja setiap harinya bisa mencapai 200 orang, untuk jumlah unit yang mampu dihasilkan mencapai 200 unit selama 20 hari kerja,” ujarnya.

Baca juga: Banyak yang Tertarik, BUMDes Boyolali Siap Pasarkan Esemka Bima

Dengan kondisi seperti ini, Sabar pun belum bisa memastikan kapan konsumen sudah bisa melakukan pemesanan mobil lagi.

Pasalnya, jika kondisinya belum menentu seperti ini maka produksi unit baru juga belum bisa dilakukan sehingga konsumen belum bisa melakukan pembelian.

“Saya belum memastikan kapan (operasional) bisa normal kembali,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X