ETLE Belum Diterapkan, Bukan Berarti Bebas Melanggar Lalu Lintas

Kompas.com - 04/02/2021, 11:41 WIB
Polisi gelar razia pengendara masker dan memberikan masker gratis kepada pelanggar di kawasan Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya, Kamis (9/4/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAPolisi gelar razia pengendara masker dan memberikan masker gratis kepada pelanggar di kawasan Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya, Kamis (9/4/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tengah melakukan persiapan untuk implementasi program kerja 100 hari Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, mengenai penindakan hukum lalu lintas secara elektronik berbasis IT.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, berdasarkan rapat yang digelar kemarin, program terkait kembali diingatkan supaya tim Satgas bisa menjalaninya secara optimal.

Lalu pada kesempatan sama, ditegaskan pula bahwa tilang konvensional atau manual tetap diterapkan di ruas-ruas yang belum bisa menerapkan tilang elektronik alias Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan jika Ingin ETLE Nasional Berjalan Baik

Polisi merazia pengemudi mobil di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat dalam rangka Operasi Patuh Jaya 2020.Dok. Polres Metro Depok Polisi merazia pengemudi mobil di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat dalam rangka Operasi Patuh Jaya 2020.

"Tilang konvensional atau manual tetap akan diterapkan dengan skala prioritas di tempat yang belum ada ETLE," kata Istiono, Rabu (3/2/2021).

Adapun pelanggaran yang dikedepankan adalah kendaraan berlawanan arah, tidak mengenakan pelengkap berkendara, tidak ada dokumen sah berkendara, dan sebagainya.

"Segala pelanggaran hukum lalu lintas lainnya sebagaimana tertera di UU Nomor 22/2019 akan tetap diterapkan dengan tilang manual," ucap dia.

Baca juga: Polres Bitung Mulai Uji Coba ETLE Pekan Depan

Sementara untuk pengembangan pelayanan SIM berbasis IT, lanjutnya, juga akan disiapkan dengan adanya ujian daring bagi pemohon. Tetapi, tidak untuk pelaksanaan uji praktiknya.

“Ujian SIM teori ke depan bisa dilakukan dengan online, tetapi untuk ujian praktek harus tetap hadir, karena ini merupakan kompetensi dari pemohon SIM,” papar Istiono.



Rekomendasi untuk anda
OTHER
(hapus)
(hapus)
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X