Terlalu Sering Dipoles, Cat Mobil Cepat Rusak dan Kusam

Kompas.com - 01/02/2021, 18:45 WIB
Poles mobil warna putih daicare.co.idPoles mobil warna putih
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna mendapatkan tampilan kendaraan bermotor yang bersih dan kilap, umumnya pemilik melakukan pencucian secara rutin sekaligus poles di penyedia jasa khusus maupun salon.

Perilaku tersebut juga berfungsi untuk meruntuhkan jamur di berbagai titik mobil khususnya eksterior serta kaca. Tetapi, memoles eksterior mobil tidak bisa dilakukan sembarangan.

Sebab, jika dilakukan tanpa aturan bisa menimbulkan efek negatif pada kendaraan seperti kusam atau belang. Demikian yang dipaparkan CEO Topcoat Indonesia Chirstopher Sebastian belum lama ini.

Baca juga: Tips Merawat Helm Pakai Pinlock ala NHK

Poles mobilAutodetailing Poles mobil

"Memoles kendaraan harus dilakukan dengan memperhatikan beberapa aspek seperti intensitas waktu memoles, jangan terlalu sering," paparnya kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Saat memoles kendaraan maka akan ada bagian-bagian yang terkikis. Sedangkan, cat mobil memiliki lapisan hanya 20-40 mikron. Risikonya apabila lapisan paling atas ( pernis) makin menipis, akhirnya bisa sampai pada lapisan cat.

“Jadi, tidak boleh dilakukan terlalu sering karena bisa mengikis atau merusak cat mobil,” ujar Christopher.

Menurut dia, idealnya mobil dilakukan poles dalam waktu enam bulan sekali. Terutama bagi mobil yang sering terparkir di area terbuka dan terkena paparan sinar matahari langsung.

Adapun produk poles yang direkomendasikan ialah waterbase, bukan berbasis silikon agar tak menimbulkan efek negatif pada permukaan mobil.

Baca juga: Semakin Gencar, Seberapa Aman Mobil Listrik Melintasi Banjir?

Cuci mobil hidrolikKOMPAS.com/Gilang Cuci mobil hidrolik

"Selain itu, untuk menghindari cat mobil kusam hindari tempat parkir yang langsung terkena pancaran sinar matahari serta pakai cover bodi. Jangan pakai cover bodi sembarangan, harus tahan panas dan anti air hujan," ucap Christopher.

"Cover yang kurang bagus itu bisa membuat lembab karena panas dari mobil yang membuat covernya menempel," lanjut dia.

Untuk soal kebersihan bodi, jika terkena hujan usahakan langsung dicuci dan dibersihkan, shampo yang digunakan juga tidak sembarangan.

“Gunakan sabun atau shampoo khusus dalam mencuci mobil. Gunakan shampoo dengan PH yang rendah sehingga tidak merusak cat,” tutupnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X