Kementerian Perdagangan Dorong Insentif buat Industri Otomotif

Kompas.com - 28/01/2021, 15:41 WIB
Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot NugrohoPekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah sudah beberapa berencana memberikan insentif buat industri otomotif. Namun sampai saat ini belum ada satu pun yang terealisasi.

Padahal bergeraknya industri otomotif diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi nasional yang terpuruk dihantam pandemi pada 2020.

Baru-baru ini wacana kembali dihembuskan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Dalam diskusi Indonesia Business Challenges 2021, menyatakan bahwa sektor otomotif mampu menjadi katalisator pemulihan ekonomi Indonesia pada tahun ini.

“Karena begitu otomotif sektornya jalan, ini bisa menjalankan gerbong kereta dari sektor produksi,” ujar Lutfi, dalam webinar, Rabu (27/1/2021).

Baca juga: 3 Detik Penyelamat Hidup, Wajib Dipahami Pengguna Jalan Tol

Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWA Ilustrasi penjualan mobil.

Oleh sebab itu, Lutfi menilai industri otomotif perlu diberi insentif agar pasar mampu membeli kendaraan bermotor dan dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi tahun ini.

Lutfi juga mengatakan, akan membicarakan pemberian insentif tersebut pada jajaran menteri lainnya, terutama Kementerian Keuangan agar mau memberi lebih banyak insentif guna mendorong belanja masyarakat.

“Ini satu hal yang perlu saya bicarakan, bukan saja di sektor perdagangan, tapi juga perindustrian dan kemudian yang paling penting juga di tempat menteri keuangan, karena kita membutuhkan insentif-insentif,” kata Lutfi.

Baca juga: Begini Cara Menyanggah Surat Tilang Elektronik dari Polisi

Ekspor motor Honda di kuartal pertama 2018 melonjak.ISTIMEWA Ekspor motor Honda di kuartal pertama 2018 melonjak.

Untuk diketahui, pasar otomotif, baik sepeda motor maupun mobil, sepanjang 2020 tercatat mengalami penurunan hampir 50 persen dibandingkan tahun 2019.

Berdasarkan data AISI, kinerja penjualan sepeda motor sepanjang 2020 terkoreksi 43,5 persen dibandingkan capaian tahun 2019 akibat krisis yang ditimbulkan pandemi Covid-19.

Penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) roda dua pada tahun lalu mencapai 3,6 juta unit, sedangkan pada 2019 membukukan penjualan sebanyak 6,4 juta unit.

Baca juga: Persaingan Tarif Bus Jakarta–Jepara, Kelas Eksekutif Rp 200.000-an

Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Ekspor sepeda motor sepanjang 2020 juga menurun, meski tidak separah penjualan domestik. AISI mencatat ekspor tahun lalu mencapai 700.392 unit, atau melemah 13,6 persen dibandingkan dengan ekspor 2019 yang membukukan 810.433 unit.

Sementara itu, Gaikindo mencatat total penjualan ritel kendaran roda empat atau lebih pada 2020 mencapai 578.327 unit, turun 44,7 persen dari 2019 yang mencatatkan 1,045 juta unit.

Adapun kinerja wholesales kendaraan roda empat atau lebih sepanjang tahun lalu terkoreksi 48,5 persen dibandingkan 2019, yakni dari 1,032 juta unit menjadi 532.027 unit.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X