kolom

Mobil Listrik di Indonesia: Kemarin, Kini dan Esok

Kompas.com - 24/01/2021, 18:43 WIB
Ilustrasi soket pengisian daya mobil listrik UNPLASH.comIlustrasi soket pengisian daya mobil listrik

Ada pula sederet nama universitas yang gigih memperkenalkan teknologi mobil listrik masing-masing.

Mobil listrik yang dulu pernah kita kembangkan seharusnya telah dan sedang kita nikmati hari ini. Kesemuanya bagai mengulang kisah matinya pengembangan teknologi N250 oleh putra-putri terbaik milik bangsa tahun 1998.

Pengembangan teknologi butuh komitmen dan keberpihakan dari negara, itu kenapa banyak bangsa tidak mampu jadi pemilik teknologi melainkan terlena merasa cukup menjadi sekadar pedagang teknologi saja.

Kepentingan ekonomi

Dengan menjadi pemilik teknologi, Indonesia akan terus memiliki lebih banyak peluang meningkatkan kegiatan ekonominya.

Baca juga: Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Bikin Indonesia Naik Kelas

Tentu bangsa kita ingin memiliki pabrik produksi lain selain Indomie yang telah beroperasi memproduksi mie instan di Malaysia, Mesir, Arab Saudi, sampai Nigeria.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti Toyota yang memiliki pabrik di berbagai negara, yang salah satu basis produksinya adalah di Indonesia.

Perusahan-perusahan yang sepenuhnya swasta dan telah mendukung ekonomi masing-masing negaranya dari kegiatan ekspor bahan baku atau suku cadang, devisa, neraca perdagangan sampai deviden kepada pemilik sahamnya.

Dalam kaitannya dengan industri mobil di negara berkembang, setahun terakhir telah meluncur merek baru VinFast oleh Vietnam dan mobil listrik nasional TOGG oleh Turki.

Lebih dari ekonomi, merek mobil nasional dapat menjadi kebanggaan sebuah bangsa dalam perjalanannya menuju kesejahteraan bersama.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X