Cara Aman Lewat Persimpangan, Lokasi yang Kerap Terjadi Kecelakaan

Kompas.com - 22/01/2021, 10:22 WIB
Lampu lalu lintas padam di Pertigaan Duren Tiga menuju Kalibata, Minggu (4/8/2019). KOMPAS.com/Ana Shofiana SLampu lalu lintas padam di Pertigaan Duren Tiga menuju Kalibata, Minggu (4/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu lokasi yang kerap terjadi kecelakaan dengan pengguna jalan lain adalah di persimpangan jalan. Persimpangan memang tempat bertemunya banyak kendaraan dari berbagai arah.

Walaupun pada persimpangan tersebut sudah disediakan lampu lalu lintas, tetap saja sering terlihat pengguna jalan yang tidak menaatinya. Dengan begitu, sering terjadi kecelakaan saat ada pengemudi yang menerobos lampu merah tersebut.

Selain itu, para pengguna jalan di Indonesia memiliki kebiasaan yang kurang baik, yaitu tancap gas saat lampu lalu lintas menyala warna kuning. Entah karena terburu-buru tapi bisa membahayakan dirinya dan orang lain.

Baca juga: Berapa Kisaran Biaya Rombak Bus Lama jadi Lebih Modern?

kecelakaan di persimpanganinstagram.com/dash_cam_indonesia kecelakaan di persimpangan

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, seharusnya ketika masuk persimpangan, kebiasaan yang perlu ditanamkan adalah mengurangi kecepatan, bahkan saat lampu hijau menyala.

“Tujuan dari mengurangi kecepatan ini untuk menghindari pengemudi dari arah berlawanan yang tidak berhenti karena ngeblong, ngantuk, atau nanggung,” ucap Sony kepada Kompas.com belum lama ini.

Mengurangi kecepatan juga dibutuhkan untuk memastikan kondisi jalan aman, terutama persimpangan yang lalu lintasnya sepi. Jadi walaupun kondisi lampu masih hijau, ketika mendekati persimpangan, tetap kurangi kecepatannya.

Baca juga: Zarco Mau Bikin Ducati Tak Kangen Dengan Dovi

“Kurangi kecepatan dilakukan kalau memang tinggi. Kecuali memang kecepatan saat melintas sudah rendah seperti 40 kpj. Lebih baik lagi kalau siap-siap mengerem, jadi ketika lampu kuning, bisa mengurangi kecepatannya,” kata Sony.

Ketika menggunakan jalan umum, tidak bisa menilai mana perilaku yang benar dan salah. Karena tujuan berkendara di jalan raya adalah sampai di tempat tujuan dengan aman dan selamat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X