Harga CPO Naik, Program Biodiesel B40 Ditunda

Kompas.com - 22/01/2021, 07:02 WIB
Ilustrasi biodiesel B30 esdm.go.idIlustrasi biodiesel B30

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menunda melanjutkan program mandatori biodiesel 30 persen (B30) menjadi biodiesel 40 persen (B40) tahun ini.

Alasannya, karena adanya kenaikan harga minyak sawit atau crude palm oil (CPO) sebagai dampak dari pandemi virus corona serta penurunan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

"Per tahun ini saya tidak melihat adaya peningkatan dari B30 ke B40. Tapi secara teknis tetap kita siapkan," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana belum lama ini.

Baca juga: Selain Polisi, Dishub Juga Harus Beralih Ke Sistem Elektronik

Ilustrasi biodieselDok Kontan.co.id Ilustrasi biodiesel
 

Jika dipaksakan, pihaknya memperkirakan pemerintah harus persiapkan insentif yang lebih besar dengan nilai yang mencapai Rp 46 triliun dengan jumlah kuota 9,2 juta kilo liter (KL).

"Itu untuk B30, kira-kira seperti itu, Ada duitnya? Insya Allah bisa dengan adanya perubahan tarif pungutan ekspor sawit. Tapi kalau untuk B40 bagaimana? Itulah beberapa alasan kita undur selain secara konsumsi tidak bertambah," kata Dadan.

Kendati demikian, Kementerian ESDM masih terus melakukan persiapan hal teknis untuk peningkatan program B40, yakni menguji dan meneliti dari kualitas serta spesifikasi biodiesel, persentase kadar air, sampai persentase kontaminan pengotornya.

Baca juga: Uji Teknis B40 Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Ini

Presiden Joko Widodo meresmikan implementasi program Biodiesel 30 persen (B30). Peresmian dilakukan di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019). KOMPAS.com/Ihsanuddin Presiden Joko Widodo meresmikan implementasi program Biodiesel 30 persen (B30). Peresmian dilakukan di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019).
 

Dadan pun menyebut kalau pihaknya telah menguji bahan bakar tersebut pada kendaraan dengan tes yang dilakukan di laboratorium selama 1.000 jam.

"Kita juga sudah tes di engine, di mobil, sudah lolos 1.000 jam. Kalau dulu kan di jalan raya tapi karena kemarin pandemi, kita lakukan di laboratorium 1.000 jam. Kalau kecepatan 50 km per jam, maka untuk jarak 50.000 km. Sama, dulu juga kita 40.000 km," ujarnya.

Adapun untuk tahun ini, target penyerapan B30 mencapai 9,2 juta KL. Jika B30 diupgrade ke B40, maka dinaikkan 10 persennya, atau terdapat penambahan 1,5 juta KL.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X