Jakarta Keluar dari Daftar 10 Besar Kota Termacet di Dunia 2020

Kompas.com - 18/01/2021, 15:31 WIB
Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOLalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tom Tom Traffic Index resmi merilis daftar nama-nama kota di dunia yang memiliki tingkat kemacetan lalu lintas paling tinggi pada 2020.

Survei tersebut dilakukan dari 416 kota di 57 negara dan 6 benua. Bedasarkan data, sepanjang 2020, ternyata Jakarta berhasil keluar dari 10 kota paling macet di dunia.

Mengutip data yang diolah Tom Tom, diketahui Jakarta memiliki level kemacetan atau congestion level 36 persen. Jumlah tersebut turun dari 2019 yang membuat DKI kini keluar dari posisi ke-10 dan bergeser di urutan ke-31.

Baca juga: Waspada Macet, Ada Pengerjaan Jembatan di Ruas Tol Jagorawi

Sekadar informasi, pada 2019 Jakarta menempati posisi ke-10 daftar kota besar dengan tingkat kemacetan tinggi. Ketika itu, Tom Tom mengeluarkan hasil congestion level di DKI mencapai 53 persen, sementara di 2018, Jakarta berada di urutan ke-7.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by DISHUB PROVINSI DKI JAKARTA (@dishubdkijakarta)

Pada 2020, posisi 10 besar kota termacet mengalami pergeseran. Kali ini Mosko di Rusia menyandang sebagai predikat kota termacet di dunia dengan level 54 persen.

Peringkat kedua, ditempati Mumbai-India dengan 53 persen, Bogota-Kolombia dengan level 53 persen, Manila-Filipina 53 persen, dan posisi ke lima adalah Istambul-Turki dengan 51 persen kemacetan.

Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.

Urutan keenam Bengaluru-India dengan 51 persen, lalu Kyiv-Ukrania, New Delhi-India di 47 persen, Novosibirsk-Rusia 45 persen, dan poisis 10 kini ditempati oleh Bangkok-Thailand dengan tingkat kemacetan 44 persen.

Baca juga: Jakarta Kembali Padat, Kapan Ganjil Genap Mulai Berlaku?

Berdasarkan hasil tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui akun instagram @disubdkijakarta, mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat di Ibu Kota.

Foto aerial suasana lalu lalang kendaraan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (14/9/2020). Pada hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II atau PSBB pengetatan di DKI Jakarta, arus lalu lintas kendaraan di sekitar Bundaran HI terpantau lancar.AFP/ADEK BERRY Foto aerial suasana lalu lalang kendaraan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (14/9/2020). Pada hari pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II atau PSBB pengetatan di DKI Jakarta, arus lalu lintas kendaraan di sekitar Bundaran HI terpantau lancar.

"Menurut Tom Tom Traffic Index terbaru, Jakarta keluar dari 10 besar kota termacet di dunia. Kini, Jakarta berada di posisi ke 31 dari total 416 kota lain, yang berarti kemacetan semakin berkurang," tulis akun tersebut.

Ada Pengerjaan Jembatan di Ruas Tol Jagorawi

Pengerjaan jembatan di Tol JagorawiJASA MARGA/JASAMARGA METROPOLITAN TOLLROAD Pengerjaan jembatan di Tol Jagorawi

Bersama dengan PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), Jasamarga Metropolitan Tollroad kembali melaksanakan pekerjaan perbaikan dan perkuatan konstruksi jembatan di ruas Jalan Tol Jagorawi.

Lokasi pengerjaan akan berlangsung di dua titik, baik untuk arah Jakarta maupun Ciawi. Sementara untuk pelaksanaannya, dimulai sejak 17-23 Januari 2021 dengan detail sebagai berikut ;

Pekerjaan jembatan di Tol JagorawiJasa Marga Pekerjaan jembatan di Tol Jagorawi

- Lokasi Jembatan Km 23+225 lajur 1 arah Ciawi di mulai pada Minggu (17/1/2021) pukul 22.00 WIB sampai dengan selesai pada Jumat (22/1/2021) pukul 12.00 WIB.

Selama pekerjaan lajur 1 akan ditutup, dan pada bahu luar dan lajur 2 dilakukan buka tutup secara situasional untuk akses alat berat.

- Lokasi Jembatan Km 09+308 lajur 2 arah Jakarta di mulai pada hari Senin (18/1/2021) pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai pada Sabtu (23/1/2021) pukul 12.00 WIB.

Selama pekerjaan dilakukan, lajur 2 akan ditutup dan pada bahu luar serta lajur 1 akan diberlakukan buka tutup secara situasional untuk digunakan akses alat berat.

Perbaikan Jembatan di Tol JagorawiJasa Marga Perbaikan Jembatan di Tol Jagorawi

Irra Susiyanti Marketing and Communication Department Head JMT mengatakan, proses pengerjaan dilakukan sebagai pelayanan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna tol.

"Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dan upaya memastikan keamanan dan kenyamanan pengendara ketika melintasi dan juga meningkatkan kualitas jembatan di ruas Tol Jagorawi," ujar Irra dalam keterangan resminya, Minggu (17/1/2021).

Lebih lanjut Irra menjelaskan selama proses pemeliharaan berlangsung, bersama kepolisian juga akan melakukan rekayasa lalu lintas sebagai antisipasi jika terjadi kepadatan.

Rekayasa lalu lintas dilakukan berupa contraflow dari Km 17+000 sampai Km 08+000 arah Jakarta, mulai pukul 05.00 WIB sampai kondisi normal kembali, dan hingga seluruh pekerjaan perbaikan dan perkuatan jembatan selesai.

Selain pengerjaan jembatan, akan dilakukan juga perbaikan konstruksi jalan pada Km 41+950 sampai 42+015 (65 meter) dan 42+080 sampai 42+150 (70 meter) arah Ciawi. Prosesnya dimulai sejak 17-22 Januari pada pukul 22.00 WIB hingga 09.00 WIB.

"Kami juga menyiapkan rambu-rambu pengamanan pekerjaan, dan menyiagakan petugas pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi serta memastikan petugas tetap menjaga protokol kesehatan di lingkungan pekerjaan," kata Irra.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X