Mobil Diesel Harus Setia pada Satu Jenis Solar, Mitos Atau Fakta?

Kompas.com - 17/01/2021, 08:01 WIB
Petugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara flag-off dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPetugas SPBU Shell mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Shell V-Power ke mobil BMW 520i Luxury saat acara flag-off dari BMW Driving Experience di SPBU Shell, Jalan Gatot Subroto, Menteng Dalam, Jakarta, Senin (12/3/2018). Program BMW Driving Experience merupakan kegiatan untuk menempuh lima kota besar sejauh 900 kilometer dengan mengendarai BMW Seri 5, salah satunya BMW 520i Luxury yang memiliki mesin 4-silinder BMW TwinPower Turbo serta memakai bahan bakar berkualitas.
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com - Memilih jenis bahan bakar untuk mobil pribadi sebaiknya menyesuaikan dengan rekomendasi dari pabrikan.

Tidak hanya untuk mobil berbahan bakar bensin, tetapi untuk tipe solar sebaiknya juga sesuai dengan jenis yang disarankan.

Hanya saja, tidak sedikit pemilik mobil diesel yang sering berganti jenis solar dengan tujuan untuk mendapatkan performa yang lebih bagus.

Padahal, langkah tersebut justru bisa berdampak pada komponen maupun akselerasi kendaraan jika jenis yang digunakan tidak sesuai.

Baca juga: Membeli Kendaraan Bekas, Perlu Cek Status STNK?

Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor ( TAM) Didi Ahadi mengatakan, sering berganti-ganti jenis solar bisa berdampak pada komponen kendaraan. Salah satunya adalah filter solar.

Ilustrasi filter solarebayimg.com Ilustrasi filter solar

“Sering berganti-ganti jenis solar bisa menyebabkan filter solar cepat kotor karena beda kandungannya dan harus diganti lebih cepat dibandingkan usia rata-ratanya,” kata Didi kepada Kompas.com, Sabtu (16/1/2021).

Didi menambahkan, untuk usia pemakaian filter solar rata-rata sampai 5.000 kilometer dan harus dilakukan penggantian dengan yang baru.

“Setiap 5.000 kilometer sekali harus dilakukan pemeriksaan biasanya sela-selanya sudah rusak dan harus diganti. Tapi kalau sering ganti-ganti jenis solar, bisa saja periode penggantiannya lebih cepat,” ujarnya.

Baca juga: Blokir STNK Bisa dari Rumah, Begini Caranya

Untuk itu, Didi pun menyarankan, agar pemilik kendaraan menggunakan jenis solar yang sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan saja.

Dengan menggunakan bahan bakar yang sesuai maka bisa menjaga komponen agar lebih awet dan bekerja sesuai dengan seharusnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X