Penjualan Mobil Bekas Diprediksi Masih Ramai di 2021

Kompas.com - 14/01/2021, 09:02 WIB
Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock) Ilustrasi mobil bekas (Dok. Shutterstock)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona alias Covid-19 terbukti mampu merubah banyak aspek kehidupan bermasyarakat seiring dengan berbagai langkah adaptasi termasuk cara menggunakan alat transportasi.

Menjaga jarak, menggunakan masker, hingga membatasi jarak menjadi hal wajib selama virus terkait masih ada. Perusahaan global market research dan konsultan yang berpusat di Paris, Perancis, Ipsos Group melakukan penelitian setelah Covid-19 merebak di China.

Berdasarkan studi yang dilakukannya, tercatat penggunaan transportasi umum menurun drastis karena kesadaran tiap individu untuk tetap melindungi diri dari penularan.

Baca juga: Perbedaan Coating dan Paint Protection Film, Mana yang Lebih Baik?

Ilustrasi menjual mobil bekas (Dok. Shutterstock) Ilustrasi menjual mobil bekas (Dok. Shutterstock)

Di China sendiri, jumlah penumpang bus disebut turun lebih dari 60 persen, begitu juga pada penumpang kereta api dan taksi online.

Sementara di Jakarta, berdasarkan Datakata dan Dinas Perhubungan RI penurunan penggunaan seluruh transportasi umum mencapai lebih dari 50 persen.

"Terjadi penurunan rata-rata jumlah penumpang harian angkutan umum perkotaan sebesar 22,83 persen, sedangkan angkutan umum antar kota antar provinsi (AKAP) menurun sekitar 43,85 persen," ungkap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo belum lama ini.

Pada saat bersamaan, data Ipsos menunjukkan penggunaan mobil pribadi meningkat hampir 2 kali lipat. Kondisi itu terjadi karena mobil pribadi dianggap lebih aman serta terjaga dari penularan virus.

Baca juga: Penjualan Mobil Bekas Belum Terimbas PSBB Ketat

Beragam pilihan mobil dari berbagai tahun tersedia di bursa mobil bekasKompas.com/Dio Beragam pilihan mobil dari berbagai tahun tersedia di bursa mobil bekas

Simpulan tersebut sesuai dengan data Garasi.id yang mencatat adanya kenaikan transaksi untuk mobil pribadi hingga 89 persen selama masa pandemi Covid-19.

Melanjutkan hasil survei Ipsos, masyarakat China yang belum memiliki mobil 66 persen menyebutkan akan segera membelinya dalam 6 bulan ke depan.

Kemudian 77 persen para calon pembeli mengatakan memiliki mobil adalah salah satu cara terbaik untuk bisa terus beraktivitas tanpa terlalu khawatir tertular virus bila dibandingkan terus menggunakan angkutan umum.

Terakhir, survei menyebutkan bahwa wabah ini mendorong pembelian mobil bekas secara online. Para konsumen memilih beralih ke aplikasi, website, dan media sosial dibandingkan harus berkunjung ke dealer.

Baca juga: Mengenal Sasis Monokok, Serta Plus Minusnya.

Mobil bekas di WTC Mangga DuaKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Mobil bekas di WTC Mangga Dua

Banyak dari mereka juga tertarik untuk melaksanakan test drive langsung di rumah masing-masing agar menekan potensi penularan virus corona.

"Dengan temuan itu, kami terus berupaya memberikan hal terbaik di tahun 2021 ini meski pandemi masih ada. Diharapkan, kebutuhan otomotif masyarakat secara online bisa terpenuhi, khususnya untuk memiliki kendaraan pribadi agar lebih aman ketika harus bepergian," ujar Brand Communication Manager Garasi.id Andreas Panji di keterangan tertulisnya, Rabu (13/1/2021).

Seiring dengannya, pihak perseroan juga akan berkerjasama dengan BCA Finance untuk memberikan solusi memiliki mobil bekas murah melalui uang muka kredit ringan sebesar 25 persen.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X