Jangan Bingung, Begini Cara Benar Mengemudi di Bundaran

Kompas.com - 08/01/2021, 11:12 WIB
Kecelakaan di bundaran instagram.com/dashcamindonesiaKecelakaan di bundaran

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika melintasi bundaran jalan atau simpang memutar, terkadang ditemui pengendara yang menyelonong masuk tanpa memperhatikan posisi kendaran lain.

Seperti contoh kecelakaan yang baru-baru ini terjadi di bundaran Cigasong Majalengka, Jawa Barat. Dalam video yang diunggah oleh akun @dashcamindonesia, memperlihatkan pengemudi motor yang malaju dengan kecepatan tinggi saat melewati bundaran hingga menabrak mobil dan membuat pengemudi motor tersebut terpental dari tunggangannya.

Baca juga: Trabaz Indonesia Gelar Touring Wisata Akhir Tahun

Kondisi tersebut membuktikan, masih banyak pengendara motor dan mobil yang belum paham etika berkendara ketika melintasi bundaran. Sebab kalau salah, tentu bisa berbahaya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia)

Ketika ingin masuk ke bundaran, ada etika yang harus dilakukan oleh pengguna jalan, tidak bisa asal menyelonong. Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, saat ingin masuk bundaran, harus memberi jalan terlebih dahulu.

“Kita harus memberi jalan pada kendaraan yang sudah ada di bundaran. Setelah ada ruang, baru boleh bergabung ke bundaran,” ujar Marcell belum lama ini saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Pandemi Jadi Waktu Orang Salurkan Hobi Modifikasi Mobil

Marcell mengingatkan, untuk selalu waspada terhadap blind spot dan pejalan kaki di sekitar dan jangan lupa untuk mengomunikasikan niat dengan lampu sein.

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu juga mengeluarkan pendapat yang sama.

ilustrasi bundaranKompas.com/Fathan Radityasani ilustrasi bundaran

Jika bundaran memiliki dua lajur dan ingin lurus atau keluar di exit kedua, jangan mengemudikan ke lajur dalam, tapi tetap di lajur luar. Menyalakan lampu sein kiri bisa dilakukan setelah melewati exit pertama menuju exit kedua, jangan sebelum exit pertama.

“Kalau menyalakan lampu sein sebelum exit pertama, nanti pengemudi di belakang bisa salah mengartikan mobil mau langsung belok kiri,” kata Jusri.

Untuk mobil yang ingin keluar dan berada di jalur paling dalam, perpindahan lajur harus dilakukan secara bertahap, tidak memotong lajur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X