Jangan Gengsi, Kalau Sudah Lelah Mengemudi Wajib Istirahat

Kompas.com - 05/01/2021, 11:22 WIB
Satu orang tewas dalam kecalakaan beruntun di tol Cipali kilometer 84+800, Subang, Jumat (11/9/2020) sekitar pukul 12.35 WIB. HANDOUTSatu orang tewas dalam kecalakaan beruntun di tol Cipali kilometer 84+800, Subang, Jumat (11/9/2020) sekitar pukul 12.35 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengemudikan mobil di jalan tol kadang menjadi kegiatan yang membosankan. Kontur jalan tol yang minim belokan tajam dan hanya lurus saja, membuat mengemudi merasa monoton.

Kondisi yang konstan, kadang saat pengemudi kelelahan, tapi malas untuk beristirahat dan ingin cepat sampai tujuan. Salah satu cara yang biasa dilakukan untuk menghilangkan kantuk saat mengemudi yaitu menancap gas atau mengebut.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, menaikkan adrenalin di saat tubuh lelah atau berada di batas kemampuan manusia adalah cara penyelesaian yang salah.

Baca juga: Video Viral Razia Knalpot Bising, Langsung Dirusak di Tempat

Mobil Gran Max AD 8970 AL ringsek akibat kecelakaan di jalan tol Bawen-Salatiga.KOMPAS.com/IST Mobil Gran Max AD 8970 AL ringsek akibat kecelakaan di jalan tol Bawen-Salatiga.

“Obat ngantuk hanya satu, istirahat atau tidur. Kemampuan tubuh manusia juga ada batasnya, kalau dipaksakan, risikonya tinggi,” kata Sony kepada Kompas.com, Senin (4/1/2021).

Menyiasati ngantuk dengan cara mengebut hanya menyegarkan tubuh untuk sementara. Padahal jika tetap ngebut di saat mengantuk, bahayanya malah semakin besar, bisa fatal.

“Artinya pengemudi berisiko hilang kesadaran saat berkecepatan, pasti fatal akibatnya. Manusia punya batas kemampuan yang enggak boleh dilawan dengan cara apapun kecuali istirahat,” ucap Sony.

Baca juga: Kijang Innova Tabrak Pagar Pembatas, Airbag Kenapa Tidak Mengembang?

Sony mengatakan, biasanya pria yang memiliki gengsi tinggi, enggan beristirahat saat sudah lelah mengemudi. Mereka tidak paham ada risiko yang mengancam saat mengemudi dengan kondisi lelah dan mengantuk.

“Mereka enggak sadar, betapa pentingnya badan beristirahat. Terutama laki-laki yang mengandalkan kopi atau suplemen biar segar. Oleh karena itu fatalitas kecelakaan jadi semakin tinggi,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X