Industri Kendaraan Listrik Nasional Tengah Bergerak Positif

Kompas.com - 30/12/2020, 15:41 WIB
Pertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di Fatmawati PertaminaPertamina resmikan SPKLU komersial pertamanya di Fatmawati
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa perkembangan industri kendaraan bermotor listrik dalam negeri tahun ini tengah berjalan positif meski dibayangi pandemi Covid-19.

Bahkan, telah ada tiga investor ke sektor terkait seperti Hyundai Motor Corporation, Honda, dan Toyota Group dengan total investasi sebesar Rp 54,7 triliun bila terealisasi.

"Perkembangan ini bergerak positif. Tesla juga nanti akan mengirim tim pada awal Januari 2021 ke Indonesia. Kami akan berupaya sedimikian rupa agar mereka melakukan investasi di sini," papar Agus, Senin (28/12/2020).

Baca juga: Tren Kendaraan Listrik, Berapa Banyak Kebutuhan Energinya?

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Kantornya, Jakarta, Rabu (7/10/2020).Dokumentasi Humas Kementerian Perindustrian Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Kantornya, Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Tak hanya itu, Kemenperin juga mendata sudah ada investasi baterai kendaraan listrik dari PT Internasional Chemical Industri (ABC) senilai Rp 207,5 miliar yang akan menghasilkan fasilitas produksi baterai kendaraan sebanyak 25 juta unit per tahun.

Kemudian, telah ada komitmen maupun potensi investasi dari LG Chem dan Hyundai senilai 2,1 miliar dollar AS yang akan direalisasikan pada 2023.

Hal serupa dilaksanakan pada PT Indonesia Puging Recycling Technology yang berencana menanamkan dananya senilai 71 juta dollar AS untuk membangun industri daur ulang baterai.

Agus menilai setidaknya ada dua hal yang membuat investasi ke industri kendaraan listrik tersebut masuk ke dalam negeri, yakni volume pasar nasional dan rasio kepemilikan kendaraan per kapita.

Baca juga: Anomali Mobil Elektrifikasi di Tengah Pandemi

Perjalanan test drive jajaran mobil hybrid dan PHEV Toyota, dari Banyuwangi-Bali, 9-11 Oktober 2019.CUTENK Perjalanan test drive jajaran mobil hybrid dan PHEV Toyota, dari Banyuwangi-Bali, 9-11 Oktober 2019.

"Indonesia memiliki potensi besar. Rasio kepemilikan kendaraan bermotor roda empat kita masih rendah kalau dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam," katanya.

Di samping itu, beragam kesiapan di dalam negeri untuk membentuk ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan infrastruktur pun sudah bergerak baik. PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) misalkan yang sudah merampungkan beberapa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X