Strategi Mengurai Budaya Macet di Jalur Puncak

Kompas.com - 31/12/2020, 08:12 WIB
Antrean panjang kendaraan memadati keluar pintu tol Gadog, Ciawi menuju jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/6). Polres Bogor mencatat jumlah kendaraan yang masuk ke jalur wisata Puncak sebanyak 33.754 mobil pribadi yang ingin memanfaatkan libur hari raya Idulfitri 1439 H sehingga diberlakukan sistem satu arah untuk mengurangi kepadatan di kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Arif FirmansyahAntrean panjang kendaraan memadati keluar pintu tol Gadog, Ciawi menuju jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/6). Polres Bogor mencatat jumlah kendaraan yang masuk ke jalur wisata Puncak sebanyak 33.754 mobil pribadi yang ingin memanfaatkan libur hari raya Idulfitri 1439 H sehingga diberlakukan sistem satu arah untuk mengurangi kepadatan di kawasan tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tengah menggodok rencana untuk menyelesaikan masalah kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Puncak, Bogor, pada setiap akhir pekan atau cuti bersama seperti sekarang.

Kepala BPTJ Polana B Pramesti, mengatakan, pihaknya punya rencana jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mengatasi permasalahan tersebut, khususnya dari aspek transportasi.

“Jangka pendeknya yang akan dilakukan segera adalah menyediakan subsidi buy the service (BTS),” ujar Polana, dalam webinar (29/12/2020).

Baca juga: Harga Hatchback Tahun Muda, Yaris Rp 140 Jutaan, Jazz Rp 160 Jutaan

Rambu penunjuk arah memiliki warna latar yang memiliki arti berbeda-beda.Instagram/@edorusia Rambu penunjuk arah memiliki warna latar yang memiliki arti berbeda-beda.

“Tentunya dengan adanya layanan bus ke wilayah puncak, maka butuh fasilitas pendukung, misal halte, park and ride, atau jembatan penyeberangan untuk orang berpindah dari arah satu ke arah yang lain, dan tentu meningkatkan kinerja lalu lintas,” katanya.

Untuk jangka menengah, BPTJ akan melanjutkan program BTS apabila kinerjanya positif. Selain itu, untuk menunjang program tersebut, jalur alternatif hingga fasilitas transit-oriented development (TOD) juga akan dibangun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kita perlu membangun suatu fasilitas di mana masyarakat nyaman untuk beralih moda,” ucap Polana.

Baca juga: Harga SUV Murah Bekas, Rush Tahun Muda Cuma Rp 150 Jutaan

Sejumlah pengendara terjebak kemacetan di Jalur Puncak Bogor, Tugus Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Sejumlah pengendara terjebak kemacetan di Jalur Puncak Bogor, Tugus Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Adapun untuk rencana jangka panjang, BPTJ akan membangun transportasi umum berbasis rel.

Rencananya fasilitas kereta gantung akan dibangun sepanjang 18 km dari Gadog sampai Puncak Pas. Untuk stasiunnya, akan dibuat terhubung dengan kawasan-kawasan wisata di Puncak.

“Jangka panjang tentunya lanjutan program BTS, park and ride, dan yang terakhir barang kali penting jadi program Pemda, yaitu pembangunan transportasi umum berbasis rel," kata Polana.

"Nanti akan kita kaji apa sih yang tepat transportasi berbasis rel yang digunakan di Kabupaten Bogor,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.