Cara Berkendara Aman di Sekitar Truk

Kompas.com - 24/12/2020, 18:31 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, di kawasan Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/4/2019). Kepala Departemen Komunikasi Jasa Marga mengatakan telah menyiapkan rencana sejumlah antisipasi kepadatan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek dalam menghadapi arus mudik 2019, salah satunya yakni mendorong pengendara mengunjungi destinasi wisata dan kuliner di sepanjang keluar Tol Trans Jawa. ANTARA FOTO/Risky AndriantoSejumlah kendaraan melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, di kawasan Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (19/4/2019). Kepala Departemen Komunikasi Jasa Marga mengatakan telah menyiapkan rencana sejumlah antisipasi kepadatan kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek dalam menghadapi arus mudik 2019, salah satunya yakni mendorong pengendara mengunjungi destinasi wisata dan kuliner di sepanjang keluar Tol Trans Jawa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan ini kecelakaan yang terjadi baik di ruas jalan raya maupun jalan bebas hambatan (jalan Tol), kerap di dominasi oleh kendaraan besar seperti bus atau truk.

Penyebabnya beragam, bisa karena rem yang blong atau pengendara lain yang tidak sabar dan segera ingin menyalip truk yang berjalan pelan.

Training Director Safety Defensive Consultant Sony Susmana mengatakan, ketika berkendara di jalan tol kendaraan besar sebenarnya sudah disediakan lajurnya sendiri yaitu di lajur satu.

Baca juga: Tergerus Skutik, Ini 4 Motor Bebek yang Meluncur Sepanjang 2020

“Mobil besar hanya boleh dilajur dua pada saat menyusul, kemudian kembali lagi ke jalur satu. Namun faktanya banyak pengemudi mobil besar yang bandel, mereka menggunakan lajur dua atau bahkan lajur tiga,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Sony melanjutkan, semakin besar postur kendaraan, maka akan semakin luas pula blind spotnya. Jadi, sebaiknya menghindari dan tidak terlalu dekat dengan kendaraan jenis bus atau truk.

Sebuah kendaraan truk melintas jalur Puncak Cianjur, Jawa Barat. Jelang libur panjang akhir pekan ini kendaraan besar dilarang melintasi jalur tersebut.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Sebuah kendaraan truk melintas jalur Puncak Cianjur, Jawa Barat. Jelang libur panjang akhir pekan ini kendaraan besar dilarang melintasi jalur tersebut.

“Selain blind spot, banyak faktor yang bisa membuat kendaraan besar ini melakukan kesalahan seperti kendaraannya yang kurang terawat, ataupun pengemudinya yang sudah lelah,” katanya.

Menurut Sony kendaraan kecil akan lebih aman jika berada di belakang kendaraan besar. Sebab ditakutkan ketika ada kejadian rem blong atau kendaraan slip, mobil kecil akan dijadikan bemper untuk berhenti. Namun, kalau ditanjakan lebih baik mobil kecil berada di depan kendaraan besar.

Baca juga: Ban Mobil Juga Butuh Istirahat, Mitos Atau Fakta?

Hal serupa juga diungkapkan oleh Jusri Pulubuhu selaku Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), menurutnya sebagai pengendara harus selalu mendeteksi bahaya yang ada disekeliling baik didepan kendaraan maupun dibelakang.

“Ketika berinteraksi dengan kendaraan lebih besar sebaiknya menghindar. Menghindar itu bisa melaju atau membiarkan kendaraan besar tersebut melewati kita, sebab kendaraan besar memiliki kemampuan yang berbeda dalam masalah pengereman,” ujar Jusri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X