Banyak yang Belum Paham, Ini Bedanya Berhenti dan Parkir

Kompas.com - 20/12/2020, 12:43 WIB
Sebuah mobil diderek oleh petugas Dishub DKI di dalam Ancol. Banyak kendaraan yang parkir sembarangan di bahu jalan pada perayaan tahun baru ini. Kamis (31/12/2015) Kompas.com/Robertus BelarminusSebuah mobil diderek oleh petugas Dishub DKI di dalam Ancol. Banyak kendaraan yang parkir sembarangan di bahu jalan pada perayaan tahun baru ini. Kamis (31/12/2015)

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat musim libur natal dan tahun baru, intesitas kendaraan di jalan sangat pekat dan bukan tidak mungkin terjadi gesekan. Biar tidak jadi saling adu kuat, ada baiknya kita mempelajari peraturan lalu lintas, salah satunya soal kendaraan berhenti dan parkir.

Berhenti dan parkir merupakan dua kondisi yang berbeda menurut peraturan. Sederhananya, berhenti yakni ketika kendaraan belum ditinggal pengemudi. Sedangkan parkir definisinya saat kendaraan ditinggal pengemudinya.

Samsudin Pengawas Derek Zona B menjelaskan, kendaraan yang akan diderek adalah kendaraan yang sudah berada di katagori parkir liar.

Baca juga: 4 Kegiatan Menyenangkan di Perjalanan Saat Liburan Bareng Anak

“Kategori parkir liar ini adalah kendaraan yang parkir di bahu jalan tanpa dilengkapi marka jalan atau rambu parkir P biru,” ujar Samsudin kepada Kompas.com belum lama ini.

Menurut Samsudin, pengemudi atau supir angkutan umum kebanyak berdalih ‘hanya berhenti sebentar’ bukan memarkirkan kendaraannya.

Sabtu (4/6/2016), mobil derek Dinas Perhubungan menderek mobil yang terendam banjirKompas.com/David Oliver Purba Sabtu (4/6/2016), mobil derek Dinas Perhubungan menderek mobil yang terendam banjir

“Yang namanya berhenti itu hanya sekedar menaiki atau menuruni penumpang, hal tersebut masih bisa kita pahami selama kelihatan petugas. Jika tentu tidak akan kami tindak,” ucap Samsudin.

Bedanya memang tipis, tapi dengan mengetahui perbedaan tersebut bisa menghindari dari tilang polisi ataupun adu argumen ketika terjadi masalah di jalanan.

Baca juga: Kena Macet Saat Liburan, Jangan Ngomel di Depan Anak

Peraturan soal berhenti dan parkir terdapat pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada pasal 1 poin 15 dijelaskan;

Parkir adalah keadaan kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya”.

Pada Pasal 1 poin 16 diterangkan juga “Berhenti adalah keadaan kendaraan tidak bergerak untuk sementara dan tidak ditinggalkan pengemudinya”.

Hukuman buat pelanggar berhenti atau parkir dijelaskan di Pasal 287 Ayat 3, yakni ancaman pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X