Viral, Video Pengguna Skuter Listrik Nyaris Jadi Korban Penjambretan

Kompas.com - 16/12/2020, 13:21 WIB
pengemudi motor yang mencoba menjambret pengguna e-scooter instagram.com/agoez_bandz4pengemudi motor yang mencoba menjambret pengguna e-scooter

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi kejahatan di jalan raya seperti penjambretan atau penodongan belakangan ini sering terjadi pada pengendara sepeda motor.

Salah satunya seperti yang video viral yang diunggah oleh akun @agoez_bandz4. Dalam video berdurasi 60 detik tersebut terlihat saat seorang pengguna skuter listrik atau e-scooter yang sedang menikmati jalanan Ibu Kota, tiba-tiba ada pengendara sepeda motor yang coba mendekati.

Baca juga: Meminimalisir Risiko Pecah Ban di Jalan Tol, Perhatikan Tabel Ini

Pengendara sepeda motor itu berusaha merampas ponsel yang ada di handle bar skuter listrik. Namun, usahanya tidak membuahkan hasil.

“Harap berhati-hati jika meletakkan HP di handle bar (khususnya yang suka di jalan raya). Pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam meletakkan atau menaruh benda berharga,” tulis keterangan @agoez_bandz4 dalam unggahannya, Selasa (15/12/2020).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Agoez Bandz Official (@agoez_bandz4)

Terkait hal tersebut, Training Director Safety Defensive Consultant Sony Susmana kembali mengatakan, hal seperti itu mulai banyak terjadi dan pengguna jalan harus selalu waspada.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Liburan menikmati jalan dan lalu lintas yang sepi memang mengasyikkan, tapi perhatikan satu hal, ketika kita ada berada di jalan raya, banyak bahaya yang mengancam, salah satunya penjambretan,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com, Rabu (16/12/2020).

Baca juga: Jam Kerja Pengemudi Truk dan Bus di Indonesia Masih Belum Jelas

Menurut Sony, ada beberapa hal yang bisa diterapkan untuk menghindari hal tersebut.

“Pastikan selalu ada di lajur kiri dan tidak sendirian. Ketika berada di lajur tengah atau kanan akan bersinggungan dengan kendaraan bermotor lainnya dan itu bahaya karena beda kecepatannya,” kata Sony.

“Kemudian, saling mengingatkan satu dengan yang lain dan selalu lihat ke sekeliling rombongan, jaga jarak dengan pengguna jalan lain. Apabila ada yang mendekat kurangi kecepatan untuk cari aman,” lanjut Sony.

Sementara itu, kebiasaan meletakkan ponsel di handle bar sangat tidak disarankan oleh Sony. Sebab, hal tersebut bisa mengundang kesempatan orang lain untuk melakukan tindak kejahatan.

Ojek online menggunakna GPS pada ponsel saat berkendara mengantar dan menjemput penumpang. Ojek online menggunakna GPS pada ponsel saat berkendara mengantar dan menjemput penumpang.

“Kebiasaan menaruh handphone di handle bar dilakukan oleh sebagian besar pengendara mobil, motor, sepeda, sampai e-scooter. Alasannya agar mudah melihat rute. Oleh sebab itu, penting menentukan arah dan meeting point sebelum berjalan,” katanya.

Sony menegaskan, kejadian ini seharusnya bisa menjadi pelajaran, baik pengendara sepeda motor maupun e-scooter, untuk meletakkan barang berharga di tempat yang tidak terlihat agar terhindar dari tindak kejahatan.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.