Pelajari Apa Penyebab Umum Mobil Gagal Menanjak

Kompas.com - 14/12/2020, 09:02 WIB
DFSK Glory 560 saat dijajal di kawasan Lido, Sukabumi Setyo Adi / Kompas.comDFSK Glory 560 saat dijajal di kawasan Lido, Sukabumi

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkendara pada kondisi jalanan menanjak kerap jadi tantangan tersendiri. Apalagi, kontur jalan yang dilalui cukup beragam, mulai tanjakan terjal, turunan curam, licin serta padat kendaraan alias macet.

Bahkan, parkiran di mal saja terkadang punya jalan yang sempit karena keterbatasan area gedung.

Oleh karena itu, penting bagi pengemudi untuk mengetahui langkah-langkah tepat dalam menaklukannya. Jika tidak, maka potensi terjadi hal yang tak diinginkan bisa muncul seperti mobil tak kuat menanjak hingga kecelakaan.

"Secara umum terdapat tiga aspek penyebab mobil gagal menanjak yakni faktor manusia, permukaan jalan dan macet, serta kondisi kendaraan itu sendiri," ujar Jusri Pulubuhu, Founder and Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) belum lama ini.

Baca juga: Begini Cara Melibas Tanjakan dengan Mobil CVT!

Glory 580 Menanjak, Kamis (10/12/2020).KOMPAS.com/Ruly Glory 580 Menanjak, Kamis (10/12/2020).

Lebih jauh, faktor manusia meliputi perilaku pengemudi atau gaya berkendara, tidak terbiasa dan panik, serta muatan kendaraan berlebih. Lalu, terjadi selip kopling atau panas, kondisi ban tak optimal, dan perawatan berkala.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Salah satu teknik yang bisa diambil pengemudi ialah mematikan traction control agar meredam gejala wheelspin (selip). Terkhusus, jika jalanan licin dan curam," papar Jusri.

Sebab, pada keadaan tersebut kecenderungan pengemudi refleks menginjak gas dengan dalam sehingga sistem menganggap adanya lonjakkan akselerasi kendaraan tiba-tiba.

"Ketika kondisi fitur traction control aktif, ketika terjadi seperti itu maka ban selip membuat momentum untuk melaju di tanjakan hilang. Akibatnya, bukannya mobil maju malah semakin ndlosor mundur ke belakang," ucap Jusri.

Baca juga: Jangan Abai, Ini 3 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Buka Pintu Mobil

tombol traction control pada mobil HR-VKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda tombol traction control pada mobil HR-V

Jusri membenarkan saat melewati tanjakan fitur traction control disarankan untuk dimatikan agar memberikan penyaluran tenaga yang maksimal agar mobil tidak kesulitan melaju.

"Tapi harus didukung dengan injakan pedal gas (akselerasi) yang mengatur ritme putaran mesin terjaga tidak terlalu tinggi supaya mobil tetap bisa nanjak tanpa slip," ujar Jusri.

Saat sudah melewati jalanan dimaksud, jangan lupa untuk kembali mengaktifkan fitur traction control agar menambah keamanan dan kenyamanan berkendara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X