[POPULER OTOMOTIF] Beda Immobilizer dan Keyless | Rival Aerox | Ford Ranger Minum Sampah Plastik

Kompas.com - 01/12/2020, 06:32 WIB
Kunci BMW 520i (G30). KOMPAS.com/FEBRI ARDANIKunci BMW 520i (G30).
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebanyakan mobil baru saat ini sudah menyediakan piranti keamanan yang lebih canggih melalui teknologi smart key alias keyless dan immobilizer.

Namun sayangnya, masih ada persepsi yang kelir soal kedua teknologi tersebut. Penting diketahui, antara keyless dan immobilizer merupakan fitur yang berbeda.

Smart key lebih pada kemudahan mengakses kendaraan yang tak lagi membutuhkan anak kunci baik untuk mengoperasikan mobil, ataupun saat akan membuka atau menutup pintu mobil.

Baca juga: Masih Banyak yang Bingung Beda Teknologi Immobilizer dan Keyless

Nah, sedangkan immobilizer meripakan sistem keamanan yang melindungi mobil saat sedang diparkir. Perangkat yang satu ini cukup kompleks lantaran terdiri dari sistem rumit, karena itu diklam lebih aman.

Jika baterai remote keyless habis, hanya tinggal hadapkan logo Toyota pada tombol engine start stop.Ghulam/Otomania Jika baterai remote keyless habis, hanya tinggal hadapkan logo Toyota pada tombol engine start stop.

Berita soal immobilizer dan keyless menjadi salah satu artikel yang menjadi sorotan utama di papan terpopuler pada Senin (30/11/2020).

Namun selain itu, masih ada beberapa artikel lain yang tak kalah manrik untuk disimak, berikut diantaranya ;

1. Digeser oleh Tim Balap Mandalika, Tim Malaysia Kecewa Disebut Bangkrut.

Seperti diketahui, Indonesia kini memiliki tim balap yang siap berlaga meramikan gelaran MotoGP 2021, dengan nama Mandalika Racing Team Indonesia (MRTI).

Namun baru-baru ini, MRTI baru saja bermasalah akibat menuduh tim ONEXOX TKKR Bobie Farid yang mundur dari Moto2 musim 2021 karena bangkrut.

Bobie Farid merupakan CEO ONEXOX, perusahaan telekomunikasi di Malaysia. Sementara TKKR Motorsports, merupakan penyedia komponen aftermarket pendongkrak performa motor.

Baca juga: Digeser oleh Tim Balap Mandalika, Tim Malaysia Kecewa Disebut Bangkrut

Livery Mandalika Racing TeamMandalika Racing Team Livery Mandalika Racing Team

Sebelumnya, MRTI menyebutkan akan mengakuisisi atau berkolaborasi dengan tim balap di Moto2 yang sedang mengalami masalah keuangan akibat pandemi Covid-19. Salah satu tim tersebut ternyata adalah SAG, yang musim ini disponsori ONEXOX TKKR, mengalami masalah finansial.

"Dibilang bangkrut itu merupakan tuduhan yang sangat mengecilkan hati saya. Dia (MRTI) menjatuhkan reputasi kami sebagai tim, sampai keluar ucapan tim bangkrut, tim tak ada uang, dan sebagainya. Untuk pengetahuan bagi semuanya, jumlah yang disetujui oleh SAG 1,2 juta euro," ujar Bobie, saat siaran langsung di media sosial ONEXOX TKKR di Facebook, Senin (30/11/2020).

2. Honda All New Airblade 150 Meluncur, Cocol Lawan Aerox

Berita berikutnya soal skutik terbaru Honda, yakni New All Airblade yang digadang-gadang sangat imbang menjadi rival dari Yamaha Aerox.

Honda All New Airblade 150Motosaigon.vn Honda All New Airblade 150

Walau tak hadir di Indonesia, namun nama Airbalde sendiri sudah cukup besar di Indonesia. Model baru yang meluncur di Vietnam belum lama ini kabarnya keluar dengan tampilan yang lebih sporty dan premium dari versi sebelumnya.

Selain tampang, Honda juga menyembatkan ragam fitur baru, salah satunya keyless yang telah terintegrasi dengan alarm dan answer back system yang kerap disebut smart key.

Baca juga: Honda All New Airblade 150 Meluncur, Cocok Lawan Aerox

Honda Vietnam menawarkan All New Airblade 150 dengan dua pilihan kapasitas mesin, yakni 125 cc dan 150 cc. Masing-masing terdapat dua tipe, Standard dan Special.

Honda All New Airblade 150Motosaigon.vn Honda All New Airblade 150

Khusus All New Airblade 150, tipe Standard harganya 55.190.000 dong Vietnam atau sekitar Rp 33,6 jutaan dan tipe Special dibanderol 56.390.000 dong Vietnam atau sekitar Rp 34,3 jutaan.

3. Ford Ranger yang Minum Olahan Sampah Plastik, Kondisinya Sudah Rusak

Artike populer berikutnya soal Ford Ranger yang baru saja menyelesaikan petualangannya menempuh perjalanan dari Bali ke Jakarta.

Bukan sedakar pengujian biasa, karena pengetesan kali ini dilakukan dengan mengisi bahan bakar hasil olahan sampah plastik.

Get Plastic lakukan perjalanan Bali Jakarta Pakai Bahan Bakar Sampah PlastikKompas.com/Fathan Radityasani Get Plastic lakukan perjalanan Bali Jakarta Pakai Bahan Bakar Sampah Plastik

Baca juga: Ford Ranger yang Minum Olahan Sampah Plastik, Kondisinya Sudah Rusak

Pengetesen ini dilakukan oleh Tim Get Plastic dengan tajuk Demi Ibu Bumi. Bahan bakar olahan sampah plastik yang ditenggak oleh pikap kabin ganda asal Amerika Serikat itu juga diklaim setara dengan solar yang dipasarkan di SPBU.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X