Banyak Ambulans Pakai Jasa Pengawalan Swasta, Efektifkah?

Kompas.com - 30/11/2020, 18:55 WIB
Komunitas motor pengawal ambulans, Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Instagram @IEA_DepokKomunitas motor pengawal ambulans, Indonesia Escorting Ambulance (IEA)
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada masa pandemi seperti sekarang, pemandangan ambulans melewati kemacetan semakin sering terlihat di jalan. Agar cepat sampai tujuan, banyak ambulans yang mendapat pengawalan polisi.

Namun jumlah ambulans yang beroperasi barangkali tak sebanding dengan jumlah polisi yang bertugas.

Tak jarang ambulans-ambulans ini memilih menggunakan ambulance escorting atau jasa pengawalan swasta yang biasanya diinisiasi komunitas motor.

Baca juga: Performa Nissan Serena C27, Konsumsi BBM Tembus 16,1 Kpl

Kemacetan di Jalan Ir H Juanda, Jakarta Pusat, imbas bubaran massa Reuni 212, Sabtu (2/12/2017).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Kemacetan di Jalan Ir H Juanda, Jakarta Pusat, imbas bubaran massa Reuni 212, Sabtu (2/12/2017).

Mereka ini yang bertugas selayaknya petugas kepolisian, yang melakukan pengawalan di jalan, antar-jemput, hingga buka jalan jika kondisi macet.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengatakan, jasa pengawalan swasta tidak memiliki otoritas hukum untuk melakukan pengawalan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Jangan sampai yang bersangkutan mengawal tapi berujung masalah dengan pengguna jalan lain,” ujar Sony, kepada Kompas.com (30/11/2020).

Baca juga: Bocoran Transformasi Mazda, Mulai Elektrifikasi Sampai Model Baru

Ilustrasi pengawal ambulans resmi di luar negeri.LOIC VENANCE Ilustrasi pengawal ambulans resmi di luar negeri.

Menurutnya, hal ini malah bisa menciptakan masalah baru di jalan, meski niat awalnya baik. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk menghubungi petugas berwenang jika perlu pengawalan.

“Menurut saya enggak efektif, karena mereka tidak punya skill, teknik atau cara, dan pengetahuan tentang pengawalan,” ucap Sony.

“Justru yang penting adalah sosialisasi kepada masyarakat dalam memberikan prioritas bagi ambulans,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X