Kasus Pikap Masuk Jurang, Jangan Asal Tancap Gas di Tanjakan LIcin

Kompas.com - 25/11/2020, 12:18 WIB
Kecelakaan mobil pikapa yang masuk ke dalam jurang di desa Argosari Lumajang, Jawa Timur tengah instagram.com/dashcamindonesiaKecelakaan mobil pikapa yang masuk ke dalam jurang di desa Argosari Lumajang, Jawa Timur tengah

JAKARTA, KOMPAS.com - Video yang memperlihatkan detik-detik kecelakaan mobil pikap yang masuk ke dalam jurang di desa Argosari Lumajang, Jawa Timur tengah viral di media sosial.

Dilansir dari Kompas.com, kecelakaan tersebut terjadi lantaran sopir pikap yang tak sabaran dan tetap saja ngebut, alih-alih memelankan lajunya, ketika warga sedang membersihkan tanah liat yang menimbun jalan bekas longsor yang terjadi satu hari sebelumnya.

Saat mengerem karena tahu di depannya ada mini truk, pickap tersebut terpeleset ke kiri hingga akhirnya terperosok jurang.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia)

Training Director Safety Defensive Consultant Sony Susmana mengatakan, mengacu pada video tersebut ada area yang levelnya sangat berbahaya, yaitu jalan menanjak, licin, tebing dan jurang.

Baca juga: Hatchback Terlaris Oktober 2020, Hyundai Ioniq BEV Mulai Terjual

“Memutuskan cara mengemudi pada kondisi tersebut memang butuh percaya diri tapi tidak over percaya diri. Artinya, harus dibarengi dengan skill dan jam terbang yang tinggi dan mumpuni, tanpa hal tersebut akan gagal bahkan bisa berujung fatality,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com, Rabu (25/11/2020).

Menurut Sony, ada beberapa poin yang harus diperhatikan ketika pengemudi berada dalam kondisi tersebut.

- Meski ada pemandu di luar yang mengarahkan jalan, jangan percaya 100 persen.

“Tetap pastikan melihat, berpikir, dan bertindak sesuai dengan kemampuan,” kata Sony.

- Lihat juga kemampuan kendaraan, terutama mesin supaya tidak merosot mundur akibat engine failure dan ban untuk menghindari selip.

Gambaran mengenai kondisi mobil jika mengalami understeer dan oversteer.wikipedia Gambaran mengenai kondisi mobil jika mengalami understeer dan oversteer.

- jangan asal gas. Lakukan dengan momentum yang pas, sebab jika berlebihan akan terjadi overspeed dan berujung understeer/oversteer.

Pengemudi harus sensitif terhadap gejala selip fokus dalam berpikir dan mengatisipasi, sehingga ketika kendaraan akan bergerak liar, angkat gas agar ban mendapatkan grip nya lagi.

“Jadi bukan asal nanjak tapi bagaimana pentingnya pengemudi menjaga kendaraan tetap di lajurnya,” tambah Sony.

Baca juga: Hatchback Terlaris Oktober 2020, Hyundai Ioniq BEV Mulai Terjual

Selain itu menurut Sony, tidak sedikit pengemudi yang kerap memaksakan diri ketika bannya tidak sesuai dengan kondisi jalan, terutama tanjakan dan licin.

“Ada jenis ban yang orang bilang ban cacing (ban bias, tapaknya beralur sesuai arah ban dan sedikit alur yang melintang) ban ini memang kuat terhadap daya angkut tapi tidak bagus untuk kondisi licin & tanjakan. Jadi pastikan memilih ban yang sesuai,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X