Jangan Injak Rem Terus-menerus di Jalan Menurun, Bahaya!

Kompas.com - 22/11/2020, 10:21 WIB
Honda BR-V saat melewati turunan terjal di Wisata Batu Lawang, Cirebon, Jawa Barat. Kompas.com/DioHonda BR-V saat melewati turunan terjal di Wisata Batu Lawang, Cirebon, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rem merupakan komponen yang sangat dibutuhkan saat berkendara di jalan menurun. Namun bukan berarti harus digunakan secara terus menerus.

Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso Suparman mengatakan, penggunaan rem secara terus menerus dalam waktu lama bisa menyebabkan rem panas, dan menurunkan perfoma bisa yang berakibat rem blong. Kondisi seperti itu tentu saja berbahaya dan mengancam keselamatan.

Baca juga: Ini Arti Nomor Pintu di Bus PO Rosalia Indah

“Pengemudi sebaiknya menggunakan transmisi rendah saat melintas jalan menurun, seperti gigi 1 untuk mobil manual, atau L,2 atau 3 bagi mobil matik. Tujuannya agar laju mobil ikut tertahan oleh putaran mesin,” ujar Suparman belum lama ini kepada Kompas.com.

"Kalau memang harus mengerem, injak yang dalam, kemudian lepas. Jangan diinjak terus menerus," tambahnya.

Sementara itu, Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi menambahkan, selain perawatan kendaraan, cara mengemudi yang salah juga bisa menyebabkan rem blong saat rute menurun. Hal ini ditujukan ke para pengemudi bertransmisi matik.

Sistem transmisi matik milik Chevrolet Trax.Kompas.com/Alsadad Rudi Sistem transmisi matik milik Chevrolet Trax.

“Sering ditemui pengendara mobil matik yang tidak memindahkan tuas transmisi saat melewati rute menurun. Mereka tetap memasang di tuas posisi (D). Berbeda dengan pengendara mobil bertransmisi manual yang biasanya langsung memindahkan tua ke posisi gigi rendah,” ujar Didi saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (21/11/2020).

Baca juga: Kata BPJT Soal Protes Tarif Terintegarasi Tol Japek

Didi mengatakan, tidak dipindahkannya tuas transmisi dari D bisa membuat mobil matik hanya mengandalkan rem saat mengarungi rute menurun. Kondisi ini yang bisa memicu mendidihnya minyak rem (overheating), sehingga menimbulkan butiran air yang berdampak terhadap rem blong.

“Apabila turunan panjang hanya mengandalkan rem, rem akan panas dan bisa membuat minyak rem mendidi sehingga terjadi efek rem blong atau dikenal dengan istilah vapor lock,” kata Didi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X