Kata BPJT Soal Protes Tarif Terintegarasi Tol Japek

Kompas.com - 21/11/2020, 17:22 WIB
Suasana sepi saat Lebaran pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek km 42, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (24/5/2020). Pemerintah memberlakukan larangan mudik untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSuasana sepi saat Lebaran pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek km 42, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (24/5/2020). Pemerintah memberlakukan larangan mudik untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkumpulan Perusahaan Multimoda Transport Indonesia (PPMTI) menolak dan meminta pemerintah untuk membatalkan kenaikan tarif di jalan Tol Jakarta- Cikampek (Japek). Khususnya untuk kendaraan logistik.

"Kenaikan tarif bagi golongan truk berpengaruh besar dan sangat memberatkan. Ini kebijakan sapu jagat, masalahnya gini truk itu enggak akan naik ke atas Tol Layang. Dalam menerapkan kebijakan ini pemerintah harus lebih selektif dan berkeadilan," ucap Kyatmaja Lookman, Sekretaris Jenderal PPMTI, kepada Kompas.com beberapa hari lalu.

Menanggapi hal ini, Mahbullah Nurdin, Plt. Anggota Badan Pengelola Jalan Tol ( BPJT) Unsur Kementerian PUPR Kepala Bagian Umum Sektertariat BPJT, mengatakan, bila penerapan tarif integrasi dilakukan justru memberikan dampak positif untuk semua golongan kendaraan.

Baca juga: Pengusaha Truk Protes Kenaikan Tarif Terintegrasi Tol Jakarta-Cikampek

"Padahal mereka sangat diuntungkan, karena dengan teringrasi dengan Japek Elevated, otomatis masalah traffic akan terbagi, yang di bawah akan mengalami kelancaran," ucap Nurdin dalam diskusi virtual Bisnis Sistem Transportasi di Tengah Pandemi, Sabtu (21/11/2020).

Tol Jakarta - CikampekJasa Marga Tol Jakarta - Cikampek

"Nilai yang dikeluarkan untuk tarif akan terbayar dengan kelancaran traffic yang tentunya berpengaruh pada biaya operasi mereka, jadi manfaatnya ini banyak," kata dia.

Seperti diketahui, penerapan tarif terintegrasi di Tol Jakarta-Cikampek memang membuat adanya beberapa kenaikan, namun hal tersebut dilakukan karena masalah efisiensi. Karena bila dibuat terpisah, maka tarifnya akan lebih mahal daru yang saat ini sudah ditetapkan.

Vera Kirana, Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), anak usaha Jasa Marga pengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated mengatakan, jika dioperasikan secara terpisah, tarif untuk Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek mencapai Rp 1.250 per kilometernya.

Baca juga: Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Ditargetkan Beroperasi 2023

 

Dengan hitungan demikian, pengguna jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek harus membayar tarif sebesar Rp 47.500, belum lagi ditambah dengan ruas di bawahnya.

Tarif integrasi Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Layang Jakarta-CikampekJasa Marga Tarif integrasi Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Layang Jakarta-Cikampek

"Jadi, untuk pengguna jalan jarak jauh pengguna kendaraan Golongan I (Wilayah 4), harus membayar dua tarif sekaligus, yaitu tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated sebesar Rp 47.500, dan tarif Jakarta-Cikampek sebesar Rp 15.000, sehingga total tarif untuk kendaraan Golongan 1 adalah Rp 62.500," ucap Vera dalam keterangan resminya, beberapa waktu lalu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X