Kenali Arti dari Nomor Pintu yang Ada di Bus PO ALS

Kompas.com - 21/11/2020, 14:21 WIB
Bus AKAP PO ALS Karoseri LaksanaBus AKAP PO ALS

JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan otobus (PO) Antar Lintas Sumatera (ALS) memang sedang gencar merilis bus baru belum lama ini. Pertama dari karoseri Adiputro, lalu dua bus di Tentrem dan terakhir bus baru dari Laksana.

Ketiga model bus baru ini memang berbeda, namun setiap bus memiliki nomor seri yang ada di pintu penumpang depan dan belakang. Nomor pintu ini juga ada di setiap armada bus PO ALS baik yang baru maupun yang lama.

Adanya nomor pintu di setiap bus ini dikarenakan PO ALS terdiri dari banyak pemilik yang masih satu keluarga besar. Oleh karena itu, nomer pintu ini ada sebagai identitas atau penanda dari setiap pemilik bus di PO ALS.

Baca juga: Pilihan Mobil Bekas Harga Rp 40 Jutaan di Balai Lelang, Ada Jazz, Avanza, sampai City

Bus AKAP PO ALSInstagram/pt.antarlintassumatera Bus AKAP PO ALS

Anggota Forum Bismania Indonesia, Asrul Arifin Siregar mengatakan, untuk mengetahui siapa pemilik armadanya, bisa dilihat dari nomor yang ada dibelakang atau ujung.

“Nomor ujung 1 sekarang direksi PO ALS, bapak Chandra Lubis. Nomor ujung 2 sudah vakum lama, ujung 5 milik Japayarko, 7 Raja Ali Lubis dan 8 milik Abdul Wahab Lubis. Cuma kalau sekarang rata-rata sudah generasi kedua yang pegang,” ucap Asrul kepada Kompas.com Sabtu (21/11/2020).

Selain itu, seiring berjalannya waktu, karena sudah dipegang oleh anak dan cucu dari pemiliknya, nomor pintu saat ini sudah banyak yang acak. Hal ini dikarenakan jumlah bus juga yang turut bertambah, jadi nomor pintunya sudah acak.

Baca juga: Honda CBR1000RR Ringsek, Biaya Perbaikannya Tembus Rp 50 Juta

Bus AKAP Lintas Sumaterahargatiket.net Bus AKAP Lintas Sumatera

“Misalnya seperti nomor ujung 9 milik keluarga Nursewan, karena sekarang sudah dipegang ayah saya, seiring bertambahnya armada, nomor pintu ujung 20, 63 dan 86 juga ada,” ucap Sewan Delrizal Lubis, generasi ketiga dari salah satu pemilik armada PO ALS kepada Kompas.com.

“Jadi ujung 9 (19,119,219 dan seterusnya), ada juga ujung 20 (20,120,220 dan seterusnya), ujung 6 seperti 286 dan 386, juga ada ujung 3 (163 dan 263). Itu yang dipegang ayah saya, jadinya sudah acak nomor pintunya,” jelas Sewan.

Sedangkan untuk angka yang ada di depan nomor ujung, hanya sebagai penomoran saja. Sehingga bisa membedakan unitnya yang mana. Untuk mengidentifikasi pemiliknya, bisa melihat dua atau satu nomor yang ada di ujung.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X