Percepatan Era Kendaraan Listrik, Kemenperin Latih IKM

Kompas.com - 14/11/2020, 08:02 WIB
Perakitan mobil di pabrik Korea Selatan. BloombergPerakitan mobil di pabrik Korea Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian mengaku akan mengadakan pelatihan bagi industri kecil dan menengah ( IKM) komponen otomotif agar bisa masuk ke dalam pasar kendaraan listrik.

Langkah ini merupakan salah satu upaya untuk merealisasikan peta jalan otomotif nasional yang sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 55 tahun 2019 tentang program percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

"Pada tahun 2025 nanti, 20 persen 0 persen dari produksi otomotif nasional sudah berbasis LCEV baik mobil listrik, strong hybrid, dan mild hybrid," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi,dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier dalam diskusi virtual, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Kemenperin Buka Suara Tentang Rencana Tesla Buat Pabrik di Indonesia

 

Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.KOMPAS.com / FEBRI ARDANI Ilustrasi produksi mobil di pabrik Daihatsu.
Adapun total produksi mobil pada lima tahun mendatang tersebut, lanjut Taufiek, ialah 2 juta unit di mana 1,69 juta unit itu untuk pasar domestik. Artinya, kendaraan listrik diharapkan mencapai 240.000 unit.

"Maka, IKM otomotif akan dibina untuk memasok komponen karena kami mensyaratkan TKDN pada 2025 mencapai 20 persen dan 80 persen pada 2030. Pasti OEM (original equipment manufacturer) nanti akan melakukan penyesuaian (terhadap industri komponen pendukung)," ujarnya.

Kendati demikian, Taufiek menegaskan bahwa IKM komponen otomotif untuk kendaraan berbahan bakar minyak atau internal combustion engine (ICE) masih akan tetap mendominasi.

Baca juga: Pajak Nol Persen Ditolak, Kemenperin Tidak Menyerah Ajukan Relaksasi

Hanya saja, kendaraan konvensional itu diarahkan menjadi lebih ramah lingkungan atau low carbon emission (LCEV).

Selain itu, pada catatan khusus peta jalan Kemenperin disebut pula bahwa nilai TKDN hingga 2030 dengan program incompletely knocked down (IKD) atau completely knocked down (CKD) yang dipacu untuk mendapatkan nilai tambah yang maksimal di dalam negeri.

"Secara bertahap kita menguasai baterai listrik, dan produksi kendaraan listrik di dalam negeri," ujar Taufik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X