Kementerian ESDM Tetapkan 3 Tipe Colokan Mobil Listrik di SPKLU

Kompas.com - 09/11/2020, 14:41 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah sebelumnya mengusulkan, akhirnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah sudah mengesahkan tiga tipe colokan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bagi kendaran bermotor listrik (KBL) berbasis baterai.

Ketiganya tipe colokan yang akan diaplikasi pada tiap SPKLU tertdiri dari Type 2 AC Charging, DC Charging CHAdeMo, dan DC Charging Combo Type CCS2.

"Sudah disahkan dalam Permen ESDM Nomor 13 Tahun 2020, kalau tidak salah awal Agustus lalu. Jadi kita pakai tiga itu untuk SPKLU, tinggal diikuti saja nantinya," kata Kasubdit Tenaga Teknik Ketenagalistrikan ESDM Ferry Triansyah, kepada Kompas.com, Minggu (8/11/2020).

Baca juga: Biar Seragam, Baterai Motor Listrik Wajib SNI

Seperti diketahui, untuk Type 2 AC Charging merupakan tipe colokan untuk mobil listrik yang banyak beredar di Eropa, DC Charging CHAdeMO umum digunakan di wilayah Jepang dan Amerika Serikat.

Ilustrasi charging station milik BPPTKOMPAS.com/Stanly Ilustrasi charging station milik BPPT

Untuk DC Charging Combo Type CCS2 yang merupakan kombinasi dengan kategori fast charging umum digunakan oleh mobil listrik di Eropa, laykanya BMW.

Mengintip isi Permen ESDM No.13 Tahun 2020, ketentuan soal masalah colokan tersebut dijelaskan pada Pasal 3 Ayat (2) dengan bunyi ;

Sistem pengisian ulang pada SPKLU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus terdiri atas:

a. pengisian ulang arus bolak-balik (alternating current charging system) menggunakan konektor tipe 2 (type 2 series) yang diberi penanda selubung warna merah;

b. pengisian ulang arus searah (direct current charging system) menggunakan konektor tipe konfigurasi AA series yang diberi penanda selubung warna hijau;

c. pengisian ulang kombinasi arus bolak-balik dan arus searah (combined charging system) menggunakan konektor tipe konfigurasi FF series yang diberi penanda selubung warna biru.

Sementara untuk jenis teknologi pengisian dayanya, dijelaskan pada ayat (4), yakni ;

Jenis teknologi pengisian ulang untuk KBL Berbasis Baterai yang digunakan pada SPKLU, antara lain:

a. pengisian normal (normal charging);
b. pengisian cepat (fast charging); dan
c. pengisian ultracepat (ultrafast charging).

Dengan adanya ketetapan masalah colokan tersebut, Ferry menjelaskan bila Kementerian ESDM berharap akan ada pertumbuhan infrastruktur SPKLU ke depanya guna memancing minat masyarakat menggunakan mobil listrik.

Baca juga: 10.000 SPBKLU Ditargetkan Bakal Tersebar di 2025

Ilustrasi proses charge mobil listrik Hyundai IoniqKOMPAS.com/Ruly Ilustrasi proses charge mobil listrik Hyundai Ioniq

Sebelumnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana, menyampaikan bila pihaknya telah memiliki road map untuk pengembangan jumlah SPKLU di Indonesia. Dari 62 unit yang ada di 37 lokasi, akan bertambah hingga ribuan.

"Pada 2025 nanti ditargetkan yang terpasang adalah 2.465 unit, lalu di 2030 akan terpasang 7.146 unti SPKLU. Untuk penempatannya sama, yaitu pada lokasi-lokasi yang mudah dijangkau masyarakat," ucap Rida saat webinar memperingati Hari Listrik Nasional ke-75, Selasa (3/11/2020).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.