Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral Video Truk Hampir Celakai Pemotor, Bukti Kurangnya Kesadaran Risiko Kecelakaan

Kompas.com - 08/11/2020, 13:01 WIB
Muhammad Fathan Radityasani,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini, tersebar video truk trailer yang mengemudi dengan ugal-ugalan. Video ini direkam oleh pengendara motor yang dihalangi jalannya saat ingin menyalip truk.

Jika diperhatikan, dalam video ini beberapa kali motor dihalangi jalannya, bahkan sampai hampir menabrak kendaraan lain dan ke tepi jalan. Ketika sudah menyalip truk, motor ini tetap dikejar secara agresif hingga akhirnya berhenti di pinggir jalan dan terjadilah cekcok.

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu mengatakan, melihat perilaku pengemudi truk yang membahayakan, mencerminkan mereka ini orang yang tidak paham dengan aktivitas mengemudi serta bahaya dan risikonya.

Baca juga: Catat, Ini 11 Provinsi yang Bebaskan Denda Pajak Kendaraan

 

“Bayangkan dia dengan sangat mudah memepet seseorang yang punya risiko untuk orang tersebut cedera atau kecelakaan bahkan mati. Dia begitu gampang tidak mengindahkan nyawa orang,” ucap Jusri kepada Kompas.com, Minggu (8/11/2020).

Kalau dibandingkan dengan luar negeri, permasalahan pengemudi angkutan komersial barang dan penumpang, memiliki jalur khusus dalam mendapatkan izinnya. Perlakuan ketika mendapatkan izinnya berbeda dengan pengemudi kendaraan pribadi.

“Mengingat risiko mereka terkait dengan kendaraan yang dikemudikan, besar sekali untuk mencederai orang. Sehingga mereka betul-betul termonitor, baik intelegensi, kesehatan, dan jam kerja,” kata Jusri.

Baca juga: Pemprov Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Bermotor hingga Akhir Tahun

Berbeda dengan di Indonesia, orang dari kenek lalu mengajukan SIM, bisa jadi pengemudi. Jusri mengatakan kejadian seperti ini sudah tidak aneh, misalnya bus yang saling menempel, bumper to bumper, sudah wajar terjadi.

“Kesadaran masyarakat dan stakeholder di jalan raya itu masih di bawah level standar. Kontribusi stakeholder terhadap keselamatan di jalan raya masih kurang, baik proses melahirkan pengemudi yang kompeten, sistem perusahaan dari recruitment dan penggajian,” kata dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Detik-detik Serangan AS "Terangi" Yaman, Petinggi Houthi Jadi Sasaran
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau