Menteri Perindustrian Optimistis Industri Otomotif Bisa Pulih Cepat

Kompas.com - 06/11/2020, 08:02 WIB
Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis kalau sektor otomotif nasional mampu pulih dari dampak pandemi virus corona alias Covid-19 dengan cepat.

Optimisme tersebut seiring dengan peningkatan penjualan mobil dan sepeda motor pada triwulan III/2020 sebagaimana dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 17,48 persen dari sebelumnya.

Lebih detil, penjualan mobil secara wholesales (pabrik ke diler) selama Juli-September mencapai 111.114 unit atau naik 362,17 persen dari periode April-Juni 2020.

Baca juga: Harga Jimny Bekas Lebih Mahal dari Baru, Tembus Setengah Miliar Rupiah

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan sambutan pada Hari Batik Nasional secara virtual, Jumat (2/10/2020).Dokumentasi Humas Kementerian Perindustrian Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan sambutan pada Hari Batik Nasional secara virtual, Jumat (2/10/2020).

"Sementara produksi mobil di triwulan III/2020 mencapai 113.563 unit atau naik sebesar 172,78 persen jika dilihat secara kuartalan," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (5/11/2020).

Sedangkan penjualan sepeda motor secara wholesales pada periode sama mampu mencapai 911.865 unit atau naik 190,75 persen dari kuartal sebelumnya (q-to-q).

"Meningkatnya sektor manufaktor cukup berpengaruh oleh penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara penuh di beberapa daerah. Kami apresiasi sejumlah daerah yang telah melakukan pelonggaran aktivitas industri dan bisnis," kata Agus.

"Kami bertekad menjaga roda perekonomian terus berputar dengan menjamin keberlangsungan operasi dan mobilitas kegiatan industri, namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat. Melalui IOMKI (Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri), Kemenperin optimistis, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi serta mencegah PHK dalam jumlah yang massif," lanjut dia.

Baca juga: Generasi Mienial Tidak Tertarik Membeli Mobil di Tengah Pandemi

Adapun industri pengolahan secara keseluruhan pada triwulan III tahun ini mampu tumbuh positif 5,69 persen (q-to-q), meski secara tahunan sektor manufaktur masih terkontraksi 4,02 persen.

“Industri pengolahan menunjukkan recovery dan rebound pada triwulan III-2020 dibandingkan triwulan sebelumnya. Kalau dibandingkan per-triwulan, hampir seluruh sektor Industri mengalami pertumbuhan positif,” ucap Agus.

Selain otomotif, sektor yang tumbuh positif dalam jangka waktu tersebut ialah industri logam dasar (10,73 persen), industri barang logam; komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik (8.11 persen), industri karet dan olahannya (7,52 persen), serta industri kimia, farmasi, dan obat tradisional (5.69 persen).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X