Jasa Marga Imbau Masyarakat Tak Kembali ke Jakarta Besok, Ini Alasannya

Kompas.com - 31/10/2020, 12:42 WIB
Kendaraan pemudik memadati jalur tol Palikanci, Tegalkarang, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Pada puncak balik H+4 Lebaran 2019, jalur tol Palimanan-Kanci (Palikanci) mengalami peningkatan volume kendaraan pemudik menuju Jakarta. ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARAKendaraan pemudik memadati jalur tol Palikanci, Tegalkarang, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Pada puncak balik H+4 Lebaran 2019, jalur tol Palimanan-Kanci (Palikanci) mengalami peningkatan volume kendaraan pemudik menuju Jakarta.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 504.140 kendaraan pergi meninggalkan Jakarta pada musim libur panjang Maulid Nabi. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan panjang saat arus balik yang puncaknya diprediksi akan terjadi pada 1 November 2020.

Untuk menghindari kepadatan dan kemacetan panjang, Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru, mengimbau masyarakat untuk pulang lebih awal dan menghindari puncak kepadatan.

"Jasa Marga telah mencatat sebanyak 509.140 kendaraan meninggalkan Jakarta pada periode tiga hari libur cuti bersama (27-29 Oktober 2020). Jumlah volume lalu lintas itu naik 40,3 persen dibandingkan saat kondisi normal," kata Heru dalam keterangan resminya, Sabtu (31/10/2020).

Baca juga: Antisipasi Covid-19, Hindari Puncak Arus Balik

Demi kenyamanan dan keamanan, Heru menegaskan bila sangat penting bagi masyarakat pengguna jalan tol yang berlibur atau pun pulang kampung, untuk melakukan perjalanan balik lebih awal guna menghindari potensi kepadatan lalu lintas.

Petugas mengatur arus lalu lintas di lokasi penerapan contraflow Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, Kamis (29/10/2020)DOKUMENTASI PRIBADI Petugas mengatur arus lalu lintas di lokasi penerapan contraflow Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, Kamis (29/10/2020)

Beberapa rekayasa lalu lintas juga sudah disipkan sebagai mitigasi penanganan membludaknya kendaraan saat puncak arus balik. Jasa Marga mengklaim telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian guna penerapan contraflow.

"Kami mengimbau agar pengguna jalan dapat mengatur waktu perjalanan kembali ke Jakarta lebih awal. Kami mohon kerja sama pengguna jalan untuk tidak kembali ke Jakarta di hari Minggu," ujar Heru.

Baca juga: Dalam Waktu Dekat Tol Layang Jakarta-Cikampek Segera Bertarif

"Pemberlakuan contraflow pada arus balik di antaranya untuk menghindari kepadatan pertemuan dua lalu lintas Jalan Tol Cipularang dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta di Km 66 Simpang Susun Dawuan serta kepadatan jelang akses masuk dan keluar rest area Km 62 dan Km 52," kata dia.

Tak hanya itu, untuk memastikan kelancaran, Jasa Marga juga mengatakan bila pekerjaan di jalan tol yang sifatnya berpotensi menggangu lajur akan dihentikan sementara. Termasuk pekerjaan mobilisasi pelaralatan.

Kepadatan kendaraan menuju Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020). Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor pada libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah dan libur akhir pekan membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur dan sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya Kepadatan kendaraan menuju Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020). Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor pada libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah dan libur akhir pekan membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur dan sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.

Heru mengingatkan ada pengguna jalan memastikan dalam kondisi prima, termasuk untuk kendaraannya. Tetap mematuhi protokol kesehatan, serta pastikan ketersediaan BBM serta saldo uang elektroniknya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X