Kata Kemenperin Soal Pentingnya Relaksasi Pajak Nol Persen

Kompas.com - 18/10/2020, 09:21 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan penjelasan di Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR, Jakarta, Rabu (11/12/2019). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan penjelasan di Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR, Jakarta, Rabu (11/12/2019).
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, mengaku terus memacu laju industri otomotif di Tanah Air agar bisa memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

Ragam kebijakan sudah dilakukan, termasuk merancang stimulus pengajuan pajak nol persen bagi pembelian mobil baru. Walau belum mendapatkan angin segar, namun adanya relaksasi tersebut diklaim bisa mendorong minat beli masyarakat guna mengairahkan industri otomotif.

"Apalagi, industri otomotif merupakan satu dari tujuh sektor yang mendapat prioritas pengembangan dalam implementasi industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0," ujar Agus, dalam siran reminya, Sabtu (17/10/2020).

Baca juga: Kata Daihatsu Soal Relaksasi Pajak Nol Persen

Lebih lanjut Agus menjelaskan Indonesia berpotensi menjadi pasar terbesar kendaraan bermotor di ASEAN dari sekitar sembilan negara, dengan kontribusi 32 persen.

Dari segi keunggulan, produk otomotif garapan pabrikan Indonsua juga sudah diakui global.

Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

Hal tersebut tercermin dari pencapaian Indonesia sebagai negara eksportir kendaraan completely built up (CB) ke lebih dari 80 negara tujuan. Lima negara tujuan utamanya adalah Saudi Arabia, Jepang, Filipina, Vietnam, dan Meksiko.

"Pada 2019, lebih dari 1 juta kendaraan dijual di dalam negeri, dan 300.000 telah diekspor ke seluruh dunia," kata Agus.

Penjualan kendaraan roda empat atau lebih pada Juli tembus 25.200 unit, atau naik 100 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, produksi kendaraan bermotor roda empat sepanjang tahun 2019 mencapai 1,28 juta unit dengan total nilai investasi hingga Rp 92,87 triliun.

Sektor otomotif pun dianggap mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1,5 juta orang di dalam ekosistem kendaraan bermotor. Begitu juga industri kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga yang tahun lalu mencapai 7,29 juta unit, dengan kontribusi 810.000 unitnya untuk ekspor.

Bahkan adanya kemanjuan disektor modifikasi, membuat peluang yang cukup besar dalam menopang industri otomotif Tanah Air. Hal tersebut lantaran modifikasi dianggap meningkatkan penjualan otomotif secara nasional.

Baca juga: Kemenperin Sebut Ada Konsorsium Besar Pabrik Baterai di Indonesia

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X