Proyeksi Daihatsu, Pasar Otomotif Kembali Pulih di 2023

Kompas.com - 18/10/2020, 08:41 WIB
Daihatsu Rocky Daihatsu Rocky
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendati sempat dilanda isu penundaan pembelian akibat wacana relaksai pajak nol persen, namun berdasarkan data penjualan, pasar otomotif nasional di September 2020 tetap mengalami kenaikan 15,5 persen.

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) pun juga mengalami peningkatan. Berdasarkan data, dibandingkan Agustus penjualan ritelnya terkerek 23 persen dengan market share yang menjadi 18 persen, hasil ini juga Daihatsu di posisi kedua merek mobil terbesar di Indonesia.

Meski demikian, Daihatsu tak menggangap bila hal tersebut menjadi sinyal positif bila pasar otomotif bakal bisa kembali pulih dalam waktu singkat.

Bahkan Direktur Pemasaran PT ADM Amelia Tjandra, menjelaskan dengan kondisi Covid-19 yang masih mengancam, diproyeksikan butuh waktu yang tak singkat agar pasar otomotif bisa kembali seperti 2019 lalu.

Baca juga: Kata Daihatsu Soal Relaksasi Pajak Nol Persen

"Untuk seperti 2019, kemungkinan tidak akan tercapai pada tahun depan (2021). Bahkan 2022 juga kami perkirankan belum, dalam hitungan internal kami, posisi seperti 2019 baru bisa sekitar 2023, jadi masih panjang perjalanannya," ucap wanita yang akrab disapa Amel, dalam diskusi virtual beberapa hari lalu.

Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

Lebil lanjut Amel mengatakan, ada faktor yang menentukan pasar bisa kembali pulih dengan cepat, pertama terkait health view dan makro ekonomi. Dari segi health view, sampai saat ini soal vaksin Covid-19 masih belum ada kepastian.

Pemerintah belum mengakui dan masih dibutuhkan tiga tahapan pengujian massal. Kondisi itu membutuhkan waktu dan karena itu pula vaksin juga belum bisa jadi faktor penentu untuk kembali ke aktivitas normal.

Terkait proyeksi 2023, Amel menjelaskan kondisi tentu bisa dilihat dari saat ini dan tergantung dari makro ekonomi, yang nantinya berujung pada supply driven dan demand driven. Makro ekonomi berkaitan erat dengan GDP, inflasi, kurs rupiah, inflasi, juga iklim investasi.

Baca juga: Daihatsu Rocky Sudah Uji Jalan di Indonesia?

Peluncuran Daihatsu Ayla dan Sirion terbaru, Kamis (19/3/2020) dilakukan melalui live streaming akibat penyebaran virus Corona. Pembaruan di kedua model terbilang minim namun diharapkan dapat memacu pasar LCGC dan Hatchback yang melambat akibat kondisi ekonomi dan global. Foto : ADMADM Peluncuran Daihatsu Ayla dan Sirion terbaru, Kamis (19/3/2020) dilakukan melalui live streaming akibat penyebaran virus Corona. Pembaruan di kedua model terbilang minim namun diharapkan dapat memacu pasar LCGC dan Hatchback yang melambat akibat kondisi ekonomi dan global. Foto : ADM

Namun demikian, Amel menjelaskan bila Indoensia sendiri secara pasar masih sangat potensial, sehingga walau butuh waktu yang lebih lama tapi secara berlahan akan tetap tumbuh.

"Kita masih lihat titik terang. Pasar Indonesia masih menggiurkan, karena presentasi kepemilikan mobil yang ada di kita bila dibanding pasar ASEAN masih rendah," ucap Amel.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X