Penjualan Mobil Bekas Naik Hingga 20 Persen

Kompas.com - 17/10/2020, 15:22 WIB
Bursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta Selatan Kompas.com/DioBursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta Selatan

JAKARTA, KOMPAS.com - Platform jual beli mobil secara daring, OLX Autos menyatakan bahwa tren pasar mobil bekas kembali membaik selama periode pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) transisi.

Temuan ini berdasarkan survei kecil-kecilan perseroan dalam melihat pergerakan segmen mobil bekas usai dilonggarkannya aturan PSBB di berbagai wilayah Indonesia.

"Lebih khusus, dalam tiga bulan setelah PSBB ketat permintaan mobil bekas mengalami peningkatan sebanyak 15-20 persen. Peningkatan ini didorong minat masyarakat terhadap penggunaan mobil pribadi yang meningkat," kata Johnny Widodo, CEO OLX Autos Indonesia dalam siaran pers, Jumat (16/10/2020).

Baca juga: Penjualan Mobil di September Kembali Tumbuh, Ini 5 Merek Terlaris

Suzuki Auto Value merupakan layanan mobil bekas bergaransiGridOto.com Suzuki Auto Value merupakan layanan mobil bekas bergaransi

"Selain itu juga, secara perlahan, kini showroom mulai buka sehingga memberikan pilihan lebih banyak bagi masyarakat yang ingin membeli mobil," lanjut dia.

Faktor yang melatarbelakangi adanya peningkatan mobil bekas ialah, pertama, saat ini sudah ada 62 persen showroom yang beroperasi dibandingkan pada masa PSBB yang hanya 32 persen.

Berangsur normalnya aktivitas itu mendorong peningkatan pembelian. Dari hasil survei yang dilakukan, rata-rata pembelian dan penjualan naik 50 persen pada bulan Agustus 2020 dibandingkan saat awal pandemi, dari yang semula 1,4 menjadi 2,1.

Selain itu, rata-rata unit yang tersedia (stock) di showroom berkurang 35 persen menjadi 4,2 (dari sebelumnya 6,5) pada bulan Agustus 2020. Hal itu memperlihatkan adanya minat masyarakat untuk membeli mobil bekas.

Baca juga: Daihatsu Rocky Sudah Uji Jalan di Indonesia?

Seorang pengunjung melihat deretan mobil bekas yang dipajang di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (15/12/2019).Ari Purnomo Seorang pengunjung melihat deretan mobil bekas yang dipajang di bursa mobil Sriwedari, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Minggu (15/12/2019).

Temuan lain juga menyebutkan sebanyak 52 persen responden memiliki keinginan untuk membeli mobil dibandingkan pada masa awal pandemi yang hanya mencapai 22 persen.

Kemudian, 43 persen konsumen saat ini memilih untuk menggunakan mobil pribadi dibandingkan dengan awal masa pandemi yang hanya 33 persen.

"Dengan kedua faktor itu, kita bisa melihat ada kesempatan bagi pasar mobil bekas untuk pulih dari keadaan ini. Kami percaya pasar mobil bekas akan pulih dan kembali normal dengan cepat," ujar Johnny.

Kendati demikian, pasar mobil bekas juga masih menghadapi beberapa tantangan seperti keterbatasan dana. Hal ini dirasakan setidaknya oleh 58 persen responden.

Sementara 46 persen sisanya mengaku mengurangi dana (budget) sebesar 5 persen dari yang mereka miliki untuk membeli mobil. Di sisi lain, penjual tidak mau mengurangi harga mobil bekas.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X