Sejak 2002, Mobil Baru Hapus Rekomendasi Pakai Premium

Kompas.com - 13/10/2020, 08:22 WIB
Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com – Konsumsi BBM jenis Premium disebut menimbulkan kerugian dan dampak buruk bagi mesin kendaraan maupun lingkungan. Emisi gas buang yang dihasilkan dari kendaraan dengan bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi juga dapat memicu berbagai penyakit.

Maka tak heran sejak tahun 2002, sudah tidak ada mobil yang direkomendasikan menggunakan BBM dengan nilai oktan (RON) 88 atau setara Premium.

Hal ini diungkap oleh ahli konversi energi dari Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri, dalam webinar yang berlangsung Senin (12/10/2020).

Baca juga: Drama Quartararo Mendorong Joan Mir di MotoGP Perancis

Ilustrasi SPBU Pertamina. KOMPAS/HERU SRI KUMORO Ilustrasi SPBU Pertamina.

“Sejak 2002 ketika kita menerapkan Euro 2, sudah tidak ada kendaraan yang cocok dengan premium,” ujar Yus.

“Sama sekali tidak ada yang cocok. Spesifikasi bahan bakar Euro 2 tidak ada RON 88, minimum RON 91,” katanya.

Oleh sebab itu, pengguna kendaraan roda empat atau roda dua disarankan untuk mengisi BBM sesuai rekomendasi pabrikan. Pasalnya tiap kendaraan memiliki spesifikasi masing-masing sesuai dengan kapasitasnya.

Baca juga: Simak, Ini Aturan Naik Mobil Pribadi di Jakarta Selama PSBB Transisi

Ilustrasi ruang bakaryoutube.com Ilustrasi ruang bakar

“Jadi keuntungan menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrik, kendaraan akan mendapatkan performa mesin yang lebih bagus dan pengeluaran perbaikan kendaraan juga akan lebih rendah,” ucap Yus.

Yus menambahkan, kendaraan yang tidak menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan akan berdampak buruk pada mesin.

Efeknya tenaga mesin berkurang dan tidak mampu mengeluarkan kinerja sesungguhnya, karena terjadi penumpukan karbon di ruang bakar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X