Ada Demo Omnibus Law di Istana, Dishub DKI Tutup Ruas Monas

Kompas.com - 13/10/2020, 07:42 WIB
Revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang Bundaran Senayan di Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (10/1/2019). Desain ketiga JPO itu akan berbeda dengan JPO lainnya. Ketiga JPO tersebut akan dipasangi kamera closed circuit television (CCTV), akan dipasangi lift serta dilengkapi tata pencahayaan warna-warni. Revitalisasi JPO ini ditargetkan selesai pada Januari 2019. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGRevitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang Bundaran Senayan di Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (10/1/2019). Desain ketiga JPO itu akan berbeda dengan JPO lainnya. Ketiga JPO tersebut akan dipasangi kamera closed circuit television (CCTV), akan dipasangi lift serta dilengkapi tata pencahayaan warna-warni. Revitalisasi JPO ini ditargetkan selesai pada Januari 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar Monumen Nasional (Monas) menyusul pelaksanaan kegiatan aksi unjuk rasa yang digelar hari ini, Selasa (13/10/2020).

Melalui keterangan tertulis, dijelaskan bahwa penutupan jalan yang dimaksud mulai berlaku sejak 12 Oktober 2020 pukul 22.00 WIB hingga situasi kembali kondusif.

"Adapun sifat dari rekayasa ini ialah situasional. Ruas yang akan ditutup meliputi Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Museum, Jalan Majapahit, dan Jalan Veteran," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Senin (12/10/2020).

Baca juga: Selama PSBB Transisi Jakarta, Mobil Wajib Disemprot Disinfektan

Sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan imbas kericuhan yang terjadi saat demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di kawasan Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/10/2020). Beberapa fasilitas umum seperti trotoar, rambu lalu lintas, hingga pembatas jalan (road water barrier) terpantau banyak dirusak massa selama ricuh demo berlangsung.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan imbas kericuhan yang terjadi saat demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di kawasan Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/10/2020). Beberapa fasilitas umum seperti trotoar, rambu lalu lintas, hingga pembatas jalan (road water barrier) terpantau banyak dirusak massa selama ricuh demo berlangsung.

Secara rinci, berikut empat titik ruas jalan yang akan ditutup sementara selama kegiatan unjuk rasa atas penolakan terhadap Undang-undang Cipta Kerja alias Omnibus Law:

a. Lalu lintas dari arah Utara/Kota dialihkan di simpang Harmoni-Jalan Juanda-Jalan Pos-Jalan Gunung Sahari, dan seterusnya.

b. Lalu lintas dari arah Selatan/Blok M dialihkan melalui Jalan Kebon Sirih-Jalan Fakhrudin- Jl. Cideng Barat-Jalan Suryopranoto atau Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Abdul Muis, dan seterusnya.

c. Lalu lintas dari arah Barat/Slipi dialihkan melalui Jalan Keboh Sirih-Tugu Tani-Kwitang atau Jalan Budi Kemuliaan-Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan Medan Merdeka Timur, dan seterusnya.

d. Lalu lintas dari arah Timur/Pulogadung dialihkan melalui Jalan Medan Merdeka Selatan-Jalan Budi Kemuiaan-Jalan Abdul Muis, dan seterusnya.

"Parkir IRTI Monumen Nasional akan ditutup untuk umum hingga 14 Oktober 2020 pukul 01.00 WIB. Bagi pengguna fasilitas diharapkan menggunakan parkiran lainnya," lanjut Syafrin.

Baca juga: Begini Gaya Mengemudi yang Bikin Boros BBM

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

PRESS RELEASE DINAS PERHUBUNGAN — REKAYASA LALU LINTAS AKSI UNJUK RASA TANGGAL 13 OKTOBER 2020 KAWASAN ISTANA JAKARTA PUSAT. Sehubungan dengan kegiatan unjuk rasa tersebut, maka dilakukan penutupan sejumlah ruas jalan, yaitu: 1. Jl. Medan Merdeka Barat. 2. Jl. Museum. 3. Jl. Medan Merdeka Utara. 4. Jl. Majapahit. 5. Jl. Veteran. Penutupan Jalan dimulai tanggal 12 Oktober 2020 pukul 22.00 WIB dan dilakukan pengalihan arus lalu lintas (lihat lampiran slide 1 point no. 2 dan map rute rekayasa lalin slide 3) Parkir IRTI Monas ditutup untuk umum sampai dengan tanggal 14 Oktober pukul 01.00. Operasional @pt_transjakarta koridor 1 (Blok M-Kota) akan menyesuaikan pengalihan rute (lihat lampiran slide 2 point no. 4) Kepada masyarakat pengguna moda transportasi Kereta Api yang menuju stasiun Gambir agar menyesuaikan waktu dan rute perjalanan. Dihimbau para pengguna jalan agar dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan. Demikian informasi yang dapat disampaikan. #dishubdkijakarta #rekayasalalin #unras13oktober2020

A post shared by DISHUB PROVINSI DKI JAKARTA (@dishubdkijakarta) on Oct 12, 2020 at 9:38am PDT

"Sementara untuk operasional angkutan TransJakarta koridor 1 Blok M-Kota akan menyesuaikan pengaturan lalu lintas di lapangan. Bagi warga pengguna Kereta Api yang menuju Stasiun Gambir dimohon agar menyesuaikan waktu dan rute perjalanan kembali," tambah dia.

Sebelumnya, pihak Polda Metro Jaya juga sudah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas di sekitaran titik aksi yakni Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Hal tersebut dilakukan guna memastikan lalu lintas tetap lancar dan aman, sekaligus meminimalisir potensi risiko lainnya seperti kecelakaan atau kerugian serupa.

"Anggota selalu siap di lapangan. Kita lakukan pengalihan lalin dengan melihat situasi yang ada, yakni jika ada kepadatan akibat penumpukan massa," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X