Menperin Sebut Penjualan Mobil Tahun Ini Turun 50 Persen

Kompas.com - 12/10/2020, 15:41 WIB
Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESPetugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Sektor otomotif jadi salah satu bidang usaha yang terdampak cukup besar akibat pandemi Covid-19. Penurunan penjualan hingga pengurangan tenaga kerja jadi isu serius dalam penanganan industri manufaktur.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam sambutannya pada ajang Indonesia Modification Expo (IMX) 2020, mengatakan, penjualan kendaraan roda empat tahun ini diperkirakan menurun hingga 50 persen dibandingkan tahun 2019.

Meski begitu, sejak masa adaptasi kebiasaan baru usai PSBB ketat yang dilakukan pada April-Mei 2020, daya beli masyarakat perlahan mulai pulih.

Baca juga: Hasil MotoGP Perancis 2020, Petrucci Juara, Marquez Menggila

Pabrik Mitsubishi di Indonesia.Istimewa Pabrik Mitsubishi di Indonesia.

“Tahun 2020, penjualan KBM (kendaraan bermotor) roda 4 atau lebih, secara nasional diprediksi turun sekitar 40-50 persen dari tahun sebelumnya,” ujar Agus, Sabtu (10/10/2020).

Menurutnya, penjualan kendaraan roda empat atau lebih pada Juli lalu mencatat angka 25.200 unit atau naik 100 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Penjualan Agustus mencapai 37.200 unit atau naik 47 persen dari bulan Juli,” kata Agus.

Baca juga: Spek Mesin Motor Moto2 Tim MotoGP Indonesia, Pakai Mesin Triumph

Ekspor Honda Brio ke Filipinadok.HPM Ekspor Honda Brio ke Filipina

Agus menambahkan, produksi KBM roda empat pada 2019 mencapai 1,28 juta unit dengan total nilai investasi hingga Rp 92,87 triliun. Serta menyerap 1,5 juta tenaga kerja di dalam ekosistem kendaraan bermotor.

Begitu juga industri KBM roda dua dan roda tiga pada 2019, mencapai 7,29 juta unit. Di mana 810.000 unit untuk pasar ekspor.

“Sektor industri kendaraan bermotor juga menjadi salah satu sektor prioritas dari 7 sektor unggulan industri 4.0,” ucap Agus.

Baca juga: Jakarta Terapkan PSBB Transisi, Mobil Maksimal 2 Orang per Baris

Suasana booth Toyota di IIMS 2017.TAM Suasana booth Toyota di IIMS 2017.

Pada tahun itu, Indonesia menjadi pasar terbesar kendaraan bermotor di ASEAN dari sekitar 9 negara, dengan kontribusi 32 persen.

Indonesia juga menjadi negara eksportir kendaraan CBU (completely built up) ke lebih dari 80 negara tujuan. Lima negara tujuan utama di antaranya, yaitu Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Meksiko, dan Vietnam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X