ESDM Berupaya Kejar Pembangunan 180 Charging Station di Indonesia

Kompas.com - 09/10/2020, 08:02 WIB
Ilustrasi proses charge mobil listrik Hyundai Ioniq KOMPAS.com/RulyIlustrasi proses charge mobil listrik Hyundai Ioniq

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan percepatan penyediaan infrastruktur kendaraan bermotor listrik berupa tempat pengisian daya atau charging station.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan atas proyek elektrifikasi kendaraan bermotor nasional yang tercantum dalam Perpres 55/2019 hingga tahun 2025 mendatang.

Kendati demikian, saat ini realisasi pengadaan infrastruktur tersebut mengalami kendala seiring dengan peralihan fokus pengeluaran pemerintah untuk mengatasi pandemi virus corona alias Covid-19.

Baca juga: Minum BBM Premium dan Pertalite Bisa Bikin Garansi Mobil Hilang?

Ilustrasi SPKLUKOMPAS.com/Ruly Ilustrasi SPKLU

Pada keterangan tertulis, Wanhar, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM menjelaskan bahwa pada awalnya pemerintah menargetkan 180 charging station bisa dibangun tahun ini.

"Fasilitas tersebut melalui PT PLN (Persero) baik berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) maupun Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU)," katanya.

"Tetapi, pemerintah tetap ingin mempercepat pelaksanaan program tersebut untuk mendukung sarana transportasi di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi antar Kementerian atau lembaga terkait," lanjut Wanhar.

Lebih lanjut, Wanhar membeberkan, dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), pada 2025 pemerintah menargetkan pabrikan otomotif nasional mampu memproduksi 2.200 unit mobil listrik dan 2,13 juta unit motor listrik per tahun.

Baca juga: Demo Omnibus Law, Kendaraan Terdampak Bisa Klaim Asuransi?

Ilustrasi SPBKLUKOMPAS.com/Ruly Ilustrasi SPBKLU

Jumlah ini akan terus meningkat, menjadi 4,2 juta unit mobil listrik dan 13,3 juta unit motor listrik di tahun 2050. Dalam rencana yang sama, charging station juga ditargetkan mencapai 1.000 unit di tahun 2025 dan 10.000 unit di tahun 2050.

"Maka pada 2025, pemerintah rencananya total akan menghadirkan 2.465 charging station," kata dia.

Adapun terkait ketentuan mengenai charging station, kini sudah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik Untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Dalam peraturan itu, dibahas secara lengkap mengenai SPKLU dan SPBKLU untuk kendaraan bermotor listrik beserta alat charge private di showroom, perusahaan swasta, dan rumah tangga.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X