Demo Omnibus Law, Kendaraan Terdampak Bisa Klaim Asuransi?

Kompas.com - 08/10/2020, 18:24 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa penolakan terhadap pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja di beberapa wilayah Indonesia berujung ricuh.

Tak sedikit kelompok, baik dari buruh maupun Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) mengalami bentrok hingga berdampak pada fasilitas umum dan kendaraan sekitar.

Guna menghindari potensi dampak yang disebabkan aksi memanas tersebut, sebaiknya para pengguna kendaraan menghindari titik-titik demonstrasi atau meninggalkan motor atau mobilnya di rumah masing-masing.

Baca juga: Antisipasi Demo Buruh di Gedung DPR, Simak Rencana Rekayasa Lalu Lintas

Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah hendak menuju Istana Negara untuk melakukan aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020)DOKUMENTASI PRIBADI Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah hendak menuju Istana Negara untuk melakukan aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020)

Hal ini juga berlaku bagi kendaraan sudah dilindungi asuransi. Sebab, patut dipahami bahwa tidak semua peserta asuransi kendaraan bisa melakukan klaim karena menjadi korban demo yang rusuh, atau kerusuhan.

Dikatakan Laurentius Iwan Pranoto, Head of Communication and Event Asuransi Astra, setiap kendaraan yang menjadi korban kerusuhan karena aksi tidak akan ditanggung kecuali sebelumnya sudah mengambil jaminan tambahan.

"Pastikan mengecek kembali polis asuransinya, apakah memiliki perluasan jaminan atas risiko tersebut atau tidak. Karena berdasarkan Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia, kendaraan yang jadi korban kerusuhan tidak dilindungi," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pada umumnya, jelas Iwan, ada dua jenis asuransi kendaraan yaitu Total Loss Only (TLO) yang menanggung 75 persen dari harga kendaraan sebelum mengalami kehilangan dan asuransi comprehensive yang menanggung seluruh risiko kerusakan ringan hingga berat serta kehilangan.

Baca juga: Demonstrasi UU Cipta Kerja, Produksi Pabrik Mobil Honda Berjalan Normal

Sejumlah personel Polisi Anti Huru-hara (PHH) Polda Banten dibantu kendaraan taktis water cannon melepas tembakan gas air mata saat membubarkan aksi unjuk rasa yang menolak pengesahan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja di Ciceri di Serang, Rabu (6/10/2020) malam. Polisi membubarkan para demonstran karena bertindak anarkis memblokade jalan protokol hingga larut malam dan melempari petugas dengan batu dan petasan.ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN Sejumlah personel Polisi Anti Huru-hara (PHH) Polda Banten dibantu kendaraan taktis water cannon melepas tembakan gas air mata saat membubarkan aksi unjuk rasa yang menolak pengesahan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja di Ciceri di Serang, Rabu (6/10/2020) malam. Polisi membubarkan para demonstran karena bertindak anarkis memblokade jalan protokol hingga larut malam dan melempari petugas dengan batu dan petasan.

Namun perlu dicatat, asuransi kendaraan comperhensive sering kali belum meng-cover kerusakan akibat kerusuhan atau huru-hara. Hal ini sesuai dengan yang tertera pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia Bab II, tentang Pengecualian, Pasal 3 poin 3 yang berbunyi:

Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan dan atau biaya atas Kendaraan Bermotor dan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga yang langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh, akibat dari, ditimbulkan oleh :

3.1. kerusuhan, pemogokan, penghalangan bekerja, tawuran, huru-hara, pembangkitan rakyat, pengambil-alihan kekuasan, revolusi, pemberontakan, kekuatan militer, invasi, perang saudara, perang dan permusuhan, makar, terorisme, sabotase, penjarahan;

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.