Antisipasi Demo Buruh dan Mahasiswa, Polisi Sekat Perbatasan Bekasi-Jakarta

Kompas.com - 08/10/2020, 14:01 WIB
Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOLalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Bekasi telah melakukan penyekatan di 12 titik menuju DKI Jakarta dalam upaya mengantisipasi lonjakkan lalu lintas imbas aksi unjuk rasa susulan yang dilakukan hari ini, Kamis (8/10/2020).

Pasalnya, beberapa buruh dan Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) disebut akan melakukan demonstrasi atas terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja di Istana Negara, Jakarta Pusat.

“Semuanya 522 personel. Tambahan dari Polda Metro Jaya. Adapun penyekatan di tambah jadi 12 titik,” kata Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Alfian Nurrizal dalam keterangan tertulis, Kamis.

Baca juga: Lagi Cari MPV Murah di Bawah Rp 200 Juta, Ini Daftarnya

Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah hendak menuju Istana Negara untuk melakukan aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020)DOKUMENTASI PRIBADI Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah hendak menuju Istana Negara untuk melakukan aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020)

Titik-titik penyekatan itu, kata Alfian, yakni Tol Bekasi Barat 1, Tol Bekasi Barat 2, Tol Bekasi Timur, Jatiwaring, Rest Area Pondok Gede, Sumber Arta, Medan Satria-Cakung, Unisma, Cakung, Jatiwarna, Tol Jatiasih 2, Tol Jatibening, Tomyang dan Sasak Jarang.

“Tambahan di Tomyang dan Sasak Jarang. Tujuan penyekatan untuk melakukan antisipasi. Karena ini kan solidaritas cukup dilakukan di perusahaan saja, aksi damai aja, jangan ke Jakarta,” ungkap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Alfian, bila para buruh dan mahasiwa ke Jakarta, berpotensi untuk mengganggu ketertiban umum. Ia pun mempersilahkan bila mereka ingin menyampaikan aspirasi, tetapi hanya perwakilan saja.

Baca juga: Pakai Jembatan Timbang WIM, Kemenhub Lebih Mudah Jerat Truk ODOL

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by TMC Polda Metro Jaya (@tmcpoldametro) on Oct 7, 2020 at 7:59pm PDT

“Misalkan serikat beberapa orang, terus mahasiswa berapa orang dari HMII, PMII 10 orang cukup. Tapi kalau ribuan aduh saya pikir kasian karena ini ada PSBB juga,” katanya.

"Jika ternyata aksi tersebut menjadi klaster baru penyebaran wabah, siapa yang bertanggung jawab. Jadi baiknya perwakilan saja," tutur Alfian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X