Volume Lalu Lintas Selama PSBB Tahap II DKI Jakarta Menurun

Kompas.com - 06/10/2020, 15:01 WIB
Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOLalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat di DKI Jakarta untuk menekan penyebaran virus corona alias Covid-19 berdampak cukup signifikan terhadap volume lalu lintas harian.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan, rata-rata penurunan yang terjadi di berbagai ruas jalan Ibu Kota tiap harinya sampai 10,17 persen dari lalu lintas kendaraan bermotor pada kondisi normal.

"Secara rata-rata, cukup signifikan penurunannya dibandingkan ketika PSBB transisi," katanya, Senin (5/10/2020).

Baca juga: Korban Kecelakaan Naik 40 Persen, Selama PSBB Ketat Jakarta

Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.

Adapun data tersebut dihimpun sejak 14 September hingga 4 Oktober 2020. Penurunan volume kendaraan tertinggi dikontribusi oleh sepeda, angkutan umum, serta AKAP.

Lebih jauh, berikut data kinerja lalu lintas dan angkutan selama masa PSBB ketat:

- Volume Lalu Lintas Kendaraan Bermotor: rata-rata volume kendaraan per hari mengalami penurunan sebesar 10,17 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB Masa Transisi.

- Volume Lalu Lintas Sepeda: rata-rata volume sepeda per hari mengalami penurunan sebesar 45,70 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB Masa Transisi.

Baca juga: Pertamina Segera Turunkan Harga Pertalite di Pulau Jawa, Dengan Syarat

Bus AKAPwopita Bus AKAP

- Angkutan Umum Perkotaan: rata-rata jumlah penumpang harian angkutan umum perkotaan adalah 613.669 penumpang/hari, mengalami penurunan sebesar 19,22 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB Masa Transisi (759.726 pnp/hari).

- Angkutan AKAP: rata-rata jumlah penumpang harian angkutan AKAP adalah 4.318 penumpang/hari, mengalami penurunan sebesar 29,41 persen dibandingkan saat pemberlakuan PSBB Masa Transisi (6.117 penumpang per hari).

Namun, Syafrin mengungkapkan bahwa mobilitas masyarakat di area pemukiman terjadi peningkatan mencapai 4,71 persen dibanding masa PSBB transisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.